dottcom.id – Video napi sabu Lapas Jambi mendadak ramai di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan dugaan aktivitas penggunaan narkotika jenis sabu di dalam kamar hunian, memicu respons cepat dari pihak lapas.
Tak menunggu lama, petugas langsung menyisir blok hunian. Fokus diarahkan ke Blok A2, lokasi yang disebut-sebut dalam video tersebut. Penggeledahan dilakukan menyeluruh, mulai dari kondisi kamar hingga barang-barang milik warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, memastikan langkah penanganan dilakukan terbuka dan berlanjut.
“Kami berkomitmen untuk bersikap transparan dan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila ditemukan fakta baru,” kata Syahroni.
Dari pemeriksaan awal di kamar yang dicurigai, petugas menemukan dua unit ponsel. Pencarian kemudian diperluas ke seluruh Blok A2.
Hasilnya cukup mencolok. Total 15 ponsel berhasil diamankan dari area hunian. Para narapidana yang menempati kamar tersebut langsung dimintai keterangan untuk menelusuri asal perangkat.
Namun, dari sisi barang bukti utama, hasilnya berbeda. Petugas tidak menemukan narkotika, alat hisap, maupun benda lain yang berkaitan langsung dengan penggunaan sabu di lokasi penggeledahan.
“Petugas tidak menemukan barang bukti narkotika jenis sabu, alat hisap, maupun benda lain yang berkaitan dengan penggunaan narkotika,” ujarnya.
Meski begitu, langkah lanjutan tetap disiapkan. Lapas Kelas IIA Jambi berencana menggelar tes urine massal sebagai upaya memastikan kondisi sebenarnya di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Tes ini akan menyasar seluruh pihak di dalam lapas, tidak hanya warga binaan tetapi juga petugas.
“Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen serius dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkotika di dalam lapas, sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal,” ujarnya.
Penegasan juga disampaikan terkait sikap tanpa toleransi terhadap pelanggaran hukum. Pengawasan disebut terus diperketat, termasuk upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
“Berbagai upaya pengamanan, pengawasan, serta deteksi dini terus ditingkatkan guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, pelaksanaan tes urine massal akan melibatkan aparat penegak hukum dan instansi terkait guna memastikan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
“Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan tes urine massal bagi petugas dan warga binaan. Kegiatan ini akan melibatkan pihak terkait, seperti aparat penegak hukum dan instansi berwenang lainnya, guna memastikan hasil yang objektif dan akuntabel,” ujarnya.























































