dottcom.id, Jambi — debat Caketum BPP HIPMI dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII berlangsung meriah di BW Luxury Hotel, Kota Jambi, Sabtu sore (9/5/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang digelar di Kota Jambi.
Suasana debat berlangsung hangat namun tetap elegan. Para pendukung dari empat kandidat Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI saling meneriakkan yel-yel dukungan di dalam ruangan acara.
Debat perdana tersebut resmi dibuka Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari dan dipandu moderator Dr. Brigita Manohara. Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut menjadi panelis, di antaranya Erwin Aksa, Usman Sulaiman, H. A. Bakri, serta akademisi Universitas Jambi Prof. Dr. Syahmardi Yacob.
Empat kandidat yang tampil dalam debat Caketum BPP HIPMI itu yakni Ade Jona Prasetyo, Anthony Leong, Reynaldo Bryan, dan Afifuddin Kalla.
Dalam arahannya, Akbar Himawan Buchari menegaskan seluruh kandidat merupakan kader terbaik HIPMI yang memiliki peluang sama untuk memimpin organisasi.
“HIPMI harus menjadi mitra strategis pemerintah dan motor penggerak ekonomi daerah. Pesan saya, jadikan ajang ini tempat bertukar ide, bukan saling menjatuhkan. Kita tetap satu keluarga besar,” tegas Akbar.
Akbar juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jambi yang telah memfasilitasi pelaksanaan Munas HIPMI XVIII, termasuk debat kandidat perdana tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan seluruh jajaran yang telah menyambut dengan sangat baik. Dari tadi malam para kandidat sudah melakukan konsolidasi dan silaturahmi di Jambi,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Maulana menyampaikan terima kasih karena Kota Jambi dipercaya menjadi tuan rumah debat perdana Caketum HIPMI tingkat nasional.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Jambi dan masyarakat Kota Jambi berterimakasih karena telah memilih kota ini sebagai tuan rumah penyelenggaraan debat perdana Caketum BPP HIPMI,” ucap Maulana.
Menurut Maulana, kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah, terutama sektor perhotelan dan pelaku UMKM di Kota Jambi.
“Omset Kota Jambi meningkat selama pelaksanaan debat ini, UMKM di Kota Jambi omsetnya naik. Ini membuktikan bahwa HIPMI memang pro kepada rakyat dan para pengusaha kecil,” katanya.
Maulana juga berharap pelaksanaan Munas HIPMI mampu memperkenalkan Kota Jambi lebih luas kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Para Ketua Umum Daerah HIPMI se-Indonesia yang datang juga membawa tim suksesnya, kami berharap Kota Jambi bisa lebih dikenal lagi,” lanjutnya.
Selain berdampak terhadap ekonomi, kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam membangun karakter generasi muda di dunia usaha.
“Karena ini adalah upaya membangun karakter anak-anak muda sebagai pengusaha, mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat luas, khusunya di Kota Jambi,” tutup Maulana.
Sebagai bagian dari rangkaian Munas HIPMI XVIII, debat kedua dijadwalkan berlangsung di Bali pada 23 Mei 2026, sedangkan debat puncak akan digelar di Jakarta.
Acara tersebut turut dihadiri Al Haris, Rocky Candra, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah, Kapolda Jambi Krisno H. Siregar, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
























































