Suami Mengamuk Ancam Pakai Parang, IRT dan Anak Dievakuasi Dramatis

dottcom.id – Pagi yang seharusnya berjalan biasa di Jalan Panglima Polim, Jambi Timur, berubah jadi tegang. Teriakan dan ancaman terdengar dari sebuah ruko, memaksa seorang ibu dan dua anaknya bertahan di balik pintu kamar.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/3/2026) di RT 17, Kelurahan Rajawali. Seorang ibu rumah tangga bersama dua anaknya terjebak di lantai dua ruko milik mereka setelah suami korban diduga mengamuk sambil membawa parang.

Situasi mulai memanas sejak dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Pelaku disebut berteriak-teriak dan melontarkan ancaman pembunuhan, membuat korban memilih mengunci diri di dalam kamar demi keselamatan.

Dalam kondisi tertekan, korban mencoba mencari bantuan dari luar. Upaya itu berhasil menjangkau karyawan yang kemudian bergerak cepat meminta pertolongan.

“Tadi bos kami (korban) nelepon, minta tolong. Kami langsung lah pergi ke Polsek,” kata salah satu karyawan korban saat ditemui di lokasi, Senin (23/3/2026).

Laporan tersebut langsung direspons aparat Polsek Jambi Timur. Saat petugas tiba, korban masih berada di dalam kamar dan terus berteriak meminta diselamatkan.

Akses menuju lantai dua tidak mudah. Petugas harus mencari celah dari luar bangunan sebelum akhirnya melakukan evakuasi melalui jendela, memanfaatkan kanopi ruko sebagai jalur penyelamatan.

Prosesnya tidak singkat. Ketegangan berlangsung cukup lama hingga korban dan kedua anaknya berhasil dikeluarkan dari dalam bangunan.

“Hampir satu jam lah evakuasinya,” tambah karyawan tersebut.

Ruko yang dikenal sebagai warung mi hijau itu mendadak menjadi pusat perhatian warga sekitar. Beberapa orang tampak menyaksikan dari kejauhan, menunggu situasi benar-benar aman.

Menurut keterangan yang beredar di lokasi, konflik antara korban dan pelaku bukan kejadian baru. Ancaman serupa disebut sudah beberapa kali terjadi sebelumnya.

“Sering diancam dibunuh, tapi ini yang paling parah,” ujarnya.

Saat evakuasi berlangsung, pelaku masih berada di dalam ruko sambil membawa parang. Aparat kepolisian terlihat berupaya menenangkan situasi, termasuk melakukan negosiasi dengan pihak keluarga agar tidak terjadi hal yang lebih buruk.

Ketegangan perlahan mereda setelah korban berhasil diselamatkan. Namun, peristiwa pagi itu meninggalkan kesan yang sulit dilupakan bagi warga sekitar—bahwa ancaman bisa datang bahkan dari dalam rumah sendiri.