dottcom.id – Ketimpangan akses air bersih di Kota Jambi masih menjadi perhatian serius. DPRD Kota Jambi mencatat sekitar 19,17 persen masyarakat belum terlayani jaringan air bersih perpipaan dari Perumdam Tirta Mayang.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, dalam Musrenbang RKPD 2027 yang digelar di Aula Griya Mayang, Senin (16/03/2026). Menurutnya, capaian pelayanan memang menunjukkan tren positif, namun belum sepenuhnya merata.
“Cakupan pelayanan memang mengalami peningkatan, dari 67,7 persen pada tahun 2019 menjadi 80,83 persen di tahun 2023. Namun, masih ada sekitar 19,17 persen masyarakat yang belum terlayani, ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Kemas Faried Alfarelly menjelaskan, kebutuhan air bersih di Kota Jambi diproyeksikan akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan kawasan permukiman.
Dalam estimasi jangka panjang selama 20 tahun ke depan, kebutuhan air diperkirakan mencapai 1.318,97 liter per detik. Angka tersebut terdiri dari kebutuhan domestik sebesar 921,88 liter per detik dan non-domestik sebesar 395,09 liter per detik.
Meski kebutuhan terus meningkat, kapasitas produksi air dari instalasi pengolahan air yang ada saat ini dinilai masih mampu mencukupi.
Permasalahan utama justru terletak pada distribusi, terutama jaringan perpipaan yang belum menjangkau seluruh wilayah, khususnya kawasan permukiman baru yang terus berkembang.
“Kapasitas produksi kita masih aman, tapi jaringan perpipaan belum menjangkau seluruh wilayah, khususnya daerah-daerah permukiman baru yang terus berkembang,” tambahnya.
DPRD pun mendorong pemerintah daerah bersama Perumdam Tirta Mayang untuk segera memperluas jaringan distribusi. Langkah ini dinilai penting agar akses air bersih dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kota Jambi.
























































