Jelang Lebaran, Pemkot Jambi Pastikan Mudik Aman dan Sampah Terkendali

dottcom.id – Pemerintah Kota Jambi memastikan kondisi arus mudik menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 berjalan aman dan kondusif, sekaligus menyiapkan langkah antisipasi terhadap lonjakan volume sampah selama periode Lebaran.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Jambi Maulana usai meninjau sejumlah Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha pada Kamis, 19 Maret 2026. Peninjauan dilakukan di Pos Pelayanan Kampung Radja Simpang Rimbo serta Pos Pengamanan Aur Duri I dan Aur Duri II yang menjadi jalur utama pergerakan pemudik.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kesiapan personel dan fasilitas pendukung berada dalam kondisi optimal untuk menghadapi puncak arus mudik.

“Alhamdulillah semuanya dalam kondisi baik, termasuk pos dan personel yang bertugas. Mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan hingga nanti arus balik,” ujar Maulana.

Fokus pengawasan diarahkan pada pintu masuk dan keluar Kota Jambi yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, sementara pos di dalam kota telah lebih dulu dipantau oleh Pemerintah Provinsi Jambi bersama unsur Forkopimda.

“Kami fokus di pos-pos ini karena menjadi akses utama arus mudik. Sementara pos dalam kota juga telah ditinjau oleh Pemerintah Provinsi dan Forkopimda Provinsi Jambi,” jelas Maulana.

Selain aspek keamanan, Pemerintah Kota Jambi juga menekankan pentingnya pelayanan bagi pemudik. Imbauan telah disampaikan kepada camat hingga ketua RT agar memaksimalkan fasilitas, termasuk masjid di sepanjang jalur lintas sebagai tempat singgah.

“Ini bentuk perhatian kita kepada saudara-saudara yang sedang mudik, agar perjalanan mereka lebih nyaman dan terbantu,” tuturnya.

Di setiap pos, petugas kesehatan disiagakan bersama layanan darurat call center 112 yang dapat diakses selama 24 jam secara gratis untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat.

Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Jambi bersama rombongan turut menyerahkan bingkisan Lebaran kepada petugas yang berjaga di lapangan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Jambi juga menyoroti peningkatan volume sampah yang terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat serta berhentinya sementara operasional bank sampah dan TPS 3R.

“Sampah meningkat signifikan hingga 10 persen dari hari biasanya. Hal ini disebabkan karena adanya lonjakan konsumsi dari masyarakat dan tutupnya operasional Bank Sampah, serta TPS 3R menjelang lebaran, sehingga secara keseluruhan sampah yang ada saat ini menjadi beban tim pengangkut sampah kota Jambi,” ucap Maulana.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Jambi memastikan layanan kebersihan tetap berjalan, termasuk pada hari Lebaran dan satu hari setelahnya.

“Tidak ada alasan bagi Pemerintah Kota Jambi, namun kami berharap masyarakat juga sama-sama dapat membantu dengan tidak membuang sampah ke TPS-TPS liar, karena petugas kami juga mau merayakan lebaran secara bergantian,” tegas Maulana.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup, armada pengangkut sampah ditambah di luar layanan reguler, terutama untuk wilayah perbatasan yang rawan penumpukan sampah.

“Selain itu, kami juga sudah perintahkan Kasi Terantib Kelurahan untuk memantau TPS liar dikawasan masing-masing, terutama dari para Pemulung yang cara kerjanya membuat sampah hingga ke jalanan,” lanjut Maulana.

Pemerintah Kota Jambi juga meminta masyarakat memahami potensi keterlambatan pengangkutan akibat meningkatnya volume sampah, sembari menegaskan komitmen untuk tetap memberikan pelayanan maksimal.

“Dengan intensitas yang luar biasa meningkat ini. Kami selaku pemimpin bersama jajaran siap di kritik, namun tetap bekerja memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkas Maulana.