Seorang tenaga honorer di Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari, dikabarkan mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan.
Insiden tersebut diduga melibatkan seorang oknum Kepala Seksi (Kasi) bernama Hud, yang bekerja di kantor kecamatan setempat.
Kejadian itu berlangsung pada Senin (16/12/2024), sekitar pukul 09.15 WIB, di Kantor Camat Bathin XXIV.
Korban, Widia, mengungkapkan bahwa persoalan bermula dari uang lelangan sebesar Rp500 ribu, yang biasanya diberikan dalam acara pernikahan.
“Awalnya, ini tentang uang lelangan yang dibicarakan anak pelaku. Dalam sebuah rapat di kantor camat, dia membahasnya lagi. Kami pun bertanya apa maksudnya, kalau memang dianggap utang, kami akan membayarnya,” kata Widia.
Widia menjelaskan bahwa uang lelangan itu sebelumnya diberikan oleh Hud dan istrinya saat pernikahannya dengan Rido.
Namun, ia tidak menyangka masalah tersebut terus diungkit.
“Kemarin, saya bertemu dengan anak pelaku, Tata. Saya bertanya maksudnya mengungkit terus. Saya akhirnya mengembalikan uang Rp500 ribu itu, tapi malah dilemparkan kembali ke saya,” ujar Widia.
Setelah perdebatan dengan Tata, anak Hud, peristiwa memanas ketika Hud bersama istrinya datang menemui Widia.
“Di situ saya dimaki, dibilang orang miskin yang tidak akan ada yang membantu. Kalau mau lapor, silakan, tapi tidak ada yang akan membantu. Saya juga diludahi,” ungkap Widia.
Hud juga disebut mengatakan, “Orang miskin jangan banyak tingkah,” sambil menunjuk wajah Widia.
Widia merasa mendapatkan tekanan psikologis dari Hud, istri, dan anaknya.
Ia pun melaporkan kejadian tersebut kepada suaminya, Rido.
“Suami saya datang dan mencoba mencari Hud. Di sana sempat terjadi keributan, bahkan Hud sempat mencekik suami saya,” tambah Widia.
Atas insiden ini, Widia melapor ke Polsek Bathin XXIV dengan nomor laporan STBPB/73/XII/2024/SPKT/SEK BATHIN XXIV/RES BT HARI/POLDA JAMBI.
Hud saat dimintai tanggapan pada Rabu (18/12/2024), membantah tuduhan pemukulan dan pencekikan.
“Pemukulan dan pencekikan itu tidak benar. Tapi soal meludah, iya saya akui, itu karena emosi,” ujar Hud.
Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu persoalan lama antara anaknya dan Widia.
“Ini masalah lama, sekitar 5-6 bulan lalu. Anak saya mengadu soal keributan dengan Widia, saya pun emosi dan akhirnya meludah,” ungkap Hud.
Hud menegaskan tengah mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan dan berharap situasi ini tidak berlarut-larut.
“Kami sedang mediasi. Semoga bisa selesai dengan cara kekeluargaan,” tutupnya.
























































