dottcom.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Samsul Riduan menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional di kawasan Citraland, Kota Jambi, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga harga pangan Jambi jelang Ramadan agar tetap stabil di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Dalam peninjauan di lapangan, Samsul Riduan memastikan kondisi harga bahan pokok secara umum masih dalam kategori terkendali.
Program GPM juga dinilai efektif karena pemerintah memfokuskan pengawasan terhadap 18 komoditas utama.
Meski demikian, Samsul Riduan menyoroti kenaikan harga cabai rawit yang cukup signifikan di Kota Jambi.
“Kota Jambi yang tadi agak berlebih itu masalah cabe rawit. Itu pun memang lonjakannya agak jauh, dari Rp 47 ribu ke Rp 90 ribu. Artinya ini yang harus diwanti-wanti, agar harga di pasar ini stabil sesuai dengan yang sudah diterapkan oleh pemerintah,” tegas Samsul.
Lonjakan tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kenaikan harga pangan Jambi jelang Ramadan secara keseluruhan.
Samsul mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif melakukan pengawasan langsung di pasar guna mengantisipasi gejolak harga.
“Intinya memang harus rajin-rajin kita Pemprov turun ke bawah, sidak ke pasar. Supaya walaupun terjadi lonjakan, harganya jangan terlalu jauh (naiknya),” imbuhnya.
Selain Kota Jambi, Samsul Riduan juga memantau perkembangan harga di wilayah Sarolangun dan Merangin.
Berdasarkan data GPM, kedua daerah tersebut justru menunjukkan kondisi harga yang relatif lebih stabil dibandingkan Kota Jambi.
“Kalau Sarolangun tadi saya lihat tabelnya lebih baik dari Kota malahan. Hanya kedelai tadi ada selisih sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu,” jelasnya.
Program GPM disebut telah berjalan dengan baik dan memberi dampak positif bagi masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Keberlanjutan pengawasan diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan Jambi jelang Ramadan agar tetap terkendali.























































