dottcom.id – PJJ mahasiswa semester lima mulai disiapkan pemerintah lewat kebijakan baru. Langkah ini muncul sebagai antisipasi jika krisis global berkepanjangan.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menerbitkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026. Aturan ini mengatur pola kerja akademik di perguruan tinggi.
Menteri Brian Yuliarto menyebut kebijakan tersebut bukan tanpa alasan. Pemerintah membaca potensi krisis yang bisa berdampak luas seperti pandemi sebelumnya.
“Ini sebagai antisipasi jika nanti krisis dunia berkepanjangan. Karena kemarin kita sudah mendapatkan analisis bahwa bukan tidak mungkin krisis ini menyamai krisis pandemi Covid-19,” ujar Brian, Senin, 6 April 2026.
Penerapan PJJ mahasiswa semester lima diarahkan berjalan proporsional. Tidak semua kegiatan perkuliahan dipindahkan ke sistem daring sepenuhnya.
Mahasiswa semester lima ke atas menjadi sasaran utama kebijakan ini. Termasuk program pascasarjana yang dinilai lebih fleksibel dalam metode belajar.
Namun, kegiatan yang membutuhkan praktik tetap dilakukan secara langsung. Praktikum, klinik, bengkel, dan studio tidak masuk skema pembelajaran jarak jauh.
“Konteksnya dalam rangka membangun budaya kerja lebih efisien. Kenapa?, karena sebenernya ketika Covid-19 kita belajar bahwa digitalisasi penting, itu membuat kita menjadi lebih efisien,” kata Brian.
Selain kuliah, aktivitas akademik lain juga diarahkan daring. Bimbingan skripsi, seminar proposal, hingga rapat kampus akan menyesuaikan pola tersebut.
Kebijakan ini berbeda dengan sektor pendidikan dasar dan menengah. Pemerintah sebelumnya membatalkan rencana PJJ untuk siswa sekolah.
Menko PMK Pratikno menegaskan pembelajaran siswa tetap berjalan normal. Keputusan diambil setelah pembahasan lintas kementerian terkait.
“Pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, (maka dilakukan) pembicaraan lintas kementerian. Bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini,” ujar Pratikno.
Pemerintah sempat mempertimbangkan skema campuran daring dan luring. Opsi tersebut muncul sebagai respons terhadap potensi krisis energi global.
Situasi dipicu ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dampaknya dinilai bisa merembet ke sektor pendidikan.
Dengan kebijakan ini, kampus diminta bersiap lebih adaptif. PJJ mahasiswa semester lima menjadi bagian dari strategi menjaga keberlangsungan pendidikan.


















































