dottcom.id – Kekhawatiran soal kehabisan bahan bakar saat arus balik Lebaran tampaknya tidak berlaku di Jambi tahun ini. Pemerintah daerah memastikan stok BBM dalam kondisi aman di tengah potensi lonjakan kendaraan.
Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan, berdasarkan koordinasi terbaru dengan Pertamina, pasokan bahan bakar di wilayah tersebut masih stabil menjelang arus balik Idul Fitri 2026. Hal itu disampaikan di Jambi pada Selasa.
“Saya tanya kemarin dengan Pertamina, kondisinya masih bagus dan mencukupi,” kata Al Haris.
Data dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menunjukkan alokasi BBM untuk Jambi tahun 2026 tergolong besar. Untuk jenis Biosolar, kuota mencapai 336.013 kiloliter, sedangkan Pertalite sebagai bagian dari JBKP dialokasikan sebesar 426.539 kiloliter.
Beberapa jenis bahan bakar bahkan mengalami peningkatan kuota. Pertalite naik 12 persen, Pertamax meningkat 19 persen, Pertamax Turbo melonjak 25 persen, dan Pertamina Dex bertambah 5 persen.
Meski kondisi saat ini dinilai aman, Pemerintah Provinsi Jambi tetap tidak ingin lengah. Gubernur Al Haris meminta Pertamina terus memberikan laporan berkala guna memastikan cadangan tetap terpantau di tengah lonjakan konsumsi.
Langkah antisipasi juga disiapkan. Salah satunya melalui pengoperasian armada BBM mobile yang akan bergerak di jalur-jalur padat jika diperlukan.
Penggunaan armada keliling ini bersifat fleksibel. Jika kondisi di SPBU masih terkendali, maka distribusi tetap difokuskan di titik pengisian yang sudah ada.
“Pemerintah juga sedang menyiapkan armada BBM mobile yang keliling. Tapi kita lihat situasinya, kalau di Jambi dirasa belum butuh, mungkin cukup di SPBU saja,” pungkasnya.
Dalam rapat koordinasi pengamanan Idul Fitri sebelumnya, pihak Pertamina juga memastikan ketahanan stok dalam kondisi aman. Biosolar diperkirakan mampu bertahan hingga 11 hari, Pertalite sekitar 9 hari, dan Pertamax hingga 6 hari ke depan.
Distribusi pun tetap berjalan normal. Untuk menjaga kelancaran suplai, Pertamina menyiapkan tambahan armada distribusi, termasuk 21 unit mobil tangki yang disiagakan di wilayah Jambi.
Selain itu, sebanyak 28 SPBU ditempatkan di jalur-jalur strategis yang dilalui pemudik guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama arus balik.
Dengan skenario yang telah disiapkan, pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan bahan bakar. Namun, pengendara tetap diimbau mengisi BBM di SPBU resmi dan menghindari penumpukan di satu titik.
Di tengah mobilitas tinggi usai Lebaran, kesiapan logistik seperti BBM menjadi kunci—dan di Jambi, setidaknya untuk saat ini, situasinya masih terkendali.























































