dottcom.id – Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menegaskan pentingnya penguatan kepemimpinan generasi muda dalam membangun usaha berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Seminar Pendidikan Kepemimpinan dan Strategi dalam Membangun Usaha Berkelanjutan yang digelar Universitas Dinamika Bangsa (UNAMA), Kamis (12/02/2026).
Dalam forum akademik tersebut, Diza memaparkan materi bertajuk Peran Kepemimpinan dalam Merancang dan Mengarahkan Usaha Berkelanjutan serta Semangat Bisnis Pemuda di Era Modern. Kepemimpinan, menurut Diza, menjadi landasan utama dalam menciptakan kerja mandiri dan daya tahan usaha.
Selain program Bantuan Harapan Usaha Rakyat (BANHARKAT), Pemerintah Kota Jambi juga menghadirkan Program Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat). Program tersebut dirancang sebagai ruang pelatihan untuk meningkatkan kompetensi generasi muda menghadapi dunia kerja.
Diza menegaskan bahwa BANHARKAT merupakan instrumen strategis dalam mendorong lahirnya pengusaha muda yang tangguh. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Dalam konteks pembangunan daerah, Diza menyoroti karakteristik Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa. Keterbatasan sumber daya alam di kawasan perkotaan, menurut Diza, menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
Diza juga mengungkapkan bahwa tingkat serapan BANHARKAT masih tergolong rendah. Dari total alokasi anggaran sebesar Rp110 miliar, penerima manfaat masih didominasi kelompok usia lebih senior.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas usaha mikro, kecil dan menengah yang saat ini belum memiliki akses permodalan dan peralatan usaha. Secara esensial, BANHARKAT hadir untuk memfasilitasi para pengusaha lokal dan UMKM lokal, terutama dengan mempertimbangkan demografi masyarakat Kota Jambi yang didominasi anak muda. Namun, partisipasi anak muda belum mencapai lima persen dan sekitar 95 persen penerima masih didominasi generasi yang lebih senior,” ucapnya.
Menurut Diza, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan aktif anak muda dalam memanfaatkan program pengembangan usaha.
Ke depan, Diza berharap BANHARKAT dapat dimaksimalkan generasi muda. Skema bantuan dinilai cukup signifikan, baik dalam bentuk peralatan usaha maupun akses pembiayaan kredit.
Besaran pembiayaan yang tersedia berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta, bahkan lebih, sesuai spesifikasi dan kelayakan usaha. Pemerintah menilai program tersebut mampu menjadi pendorong pertumbuhan wirausaha baru.
Diza turut menjelaskan mekanisme pengajuan BANHARKAT. Persyaratan meliputi kepemilikan usaha atau produk, legalitas usaha, pembentukan kelompok UMKM minimal lima orang, hingga pendaftaran melalui kecamatan.
Selain aspek teknis, Diza menekankan dimensi mentalitas dalam berwirausaha. Dunia usaha, menurut Diza, menuntut keberanian, konsistensi, dan kesiapan menghadapi risiko.
“Pengusaha itu adalah pekerjaan yang harus diusahakan tanpa ada rasa takut. Tanggung semua risikonya, baik untung maupun rugi. Dalam bisnis, usaha harus fokus dan konsisten, memiliki target jangka panjang, serta dibarengi dengan sedekah,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Diza juga membagikan pengalaman pribadi saat merintis usaha. Pengalaman tersebut menjadi refleksi bahwa setiap pelaku usaha memiliki strategi dan dinamika tersendiri.
Seminar tersebut diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Peserta membahas berbagai isu kewirausahaan, mulai dari pemasaran, tata kelola usaha, hingga strategi manajemen risiko.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan. BANHARKAT dan Balikat diposisikan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.























































