Wali Kota Jambi Lantik Majelis Bahagia Bersholawat 2026–2029

dottcom.id Majelis bahagia bersholawat Jambi resmi dilantik sebagai bagian penguatan program agamis daerah. Pelantikan berlangsung dalam rangkaian Tablig Akbar di Kota Jambi.

Kegiatan digelar di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi. Acara berlangsung pada Rabu pagi, 8 April 2026, dengan suasana religius.

Wali Kota Jambi Maulana memimpin langsung prosesi pelantikan. Pengurus masa bakti 2026 hingga 2029 resmi dikukuhkan.

Pelantikan ditandai penyerahan bendera pataka kepada ketua terpilih. Dewi Marlina dipercaya memimpin majelis tersebut.

Dalam sambutannya, Maulana menekankan pentingnya aspek spiritual. Pengajian dan sholawat disebut sebagai bagian pembangunan daerah.

“Kegiatan ini mari kita jadikan dalam rangka menjemput rahmat allah dan menciptakan kedamaian, karena visi -misi Kota Jambi Bahagia tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, namun juga dari aspek Agama sebagai nilai spiritual sebagai fondasi utama,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan pembentukan majelis di seluruh wilayah. Camat dan lurah diminta bergerak dalam waktu satu bulan.

Target tersebut mencakup seluruh kelurahan dalam empat bulan. Kegiatan rutin akan dilakukan secara berjenjang dan terjadwal.

“Kegiatan intinya nanti ada pengajian dan bersholawat rutin, mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga tingkat Kota Jambi yang akan digelar serentak dan jadwalnya diatur oleh Bagian Kesra,” ucap Maulana.

Gerakan ini juga mengajak kelompok pengajian untuk bersatu. Majelis ibu-ibu dari berbagai organisasi diharapkan ikut bergabung.

“Kami ingin ke depan tidak ada hari tanpa shalawat di Kota Jambi. Ini adalah gerakan bersama untuk membangun suasana religius yang berkelanjutan,” serunya.

Maulana juga menyinggung keutamaan sholawat dalam kehidupan. Amalan tersebut diyakini membawa keberkahan bagi masyarakat.

“Insya Allah dengan hadirnya majelis ini di setiap penjuru, Kota Jambi diberikan keberkahan dan ridho Allah Subhana Wa Ta’ala,” pungkasnya.

Pelantikan ini disebut sebagai bagian dari pembangunan nonfisik. Kota Jambi diarahkan menjadi daerah yang kuat secara spiritual.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Wali Kota, DPRD, hingga unsur Forkopimda.

Kehadiran berbagai elemen memperkuat dukungan program. Sinergi ini diharapkan menjaga keberlanjutan gerakan keagamaan.