Rentetan Kecelakaan Batu Bara, DPRD Jambi Angkat Suara

dottcom.id – Rentetan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan batu bara di Provinsi Jambi dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran serius. Sejumlah insiden terjadi di berbagai titik strategis, mulai dari kawasan Jembatan Aur Duri 2 di Kota Jambi, Koto Boyo di Kabupaten Batang Hari, hingga kecelakaan terbaru di Jalan Lintas Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman terhadap operasional angkutan batu bara yang dinilai semakin mengancam keselamatan masyarakat.

Menurut Hafiz Fattah, meningkatnya jumlah kecelakaan tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Situasi tersebut dinilai sebagai peringatan serius bagi pengelolaan transportasi batu bara di Provinsi Jambi.

”Saya menyampaikan keprihatinan mendalam. Peristiwa seperti ini tidak boleh lagi dianggap sebagai hal biasa. Ini menyangkut nyawa, rasa aman, dan hak dasar masyarakat dalam menggunakan jalan umum,” tegas Hafiz melalui pesan singkat, Kamis (12/3).

Hafiz Fattah juga menilai keresahan masyarakat kini sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan. Jalan umum yang seharusnya menjadi fasilitas publik yang aman justru berubah menjadi jalur yang berisiko bagi pengguna jalan lainnya.

Ketua DPRD Jambi itu juga mengingatkan seluruh pihak mengenai aturan yang berlaku terkait operasional angkutan batu bara. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 1 Tahun 2015, pengangkutan batu bara pada prinsipnya diwajibkan melalui jalur khusus.

Dalam regulasi tersebut, penggunaan jalan umum hanya diperbolehkan secara terbatas dan harus disertai dengan dispensasi resmi dari pemerintah.

Hafiz Fattah menegaskan bahwa setiap kendaraan angkutan batu bara yang melanggar aturan, tidak laik jalan, atau membahayakan pengguna jalan lain harus ditindak secara tegas tanpa kompromi.

Menurut Hafiz Fattah, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan transportasi batu bara, sehingga kepentingan bisnis tidak boleh mengesampingkan keamanan publik.

Menutup pernyataannya, Hafiz Fattah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap kritis dalam memantau kondisi di lapangan. DPRD Provinsi Jambi, kata Hafiz Fattah, akan terus mengawal kebijakan terkait penertiban angkutan batu bara hingga tercapai solusi yang berpihak pada keselamatan masyarakat.

“kami mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi. Kami di DPRD akan terus mengawal agar keselamatan publik benar-benar menjadi prioritas utama. Penertiban harus dilakukan secara tegas dan menyeluruh,” pungkasnya.