Rupiah Anjlok ke Level Terlemah Sejak Akhir Juli 2024

Image Courtesy of ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc/pri.

Rupiah kembali melemah tajam terhadap dolar AS hingga mencapai level Rp16.313/US$, posisi terlemah sejak Juli lalu, di tengah arus jual masif di pasar saham dan surat utang negara.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 1,3% pada perdagangan Kamis (19/12), menjadikannya mata uang dengan performa terburuk di Asia hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut tertekan, turun hingga 1,89% ke bawah level 7.000.

Sementara itu, yield surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun naik ke 7,09%, menunjukkan adanya tekanan besar di pasar keuangan domestik.

Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi di pasar valas, pasar forward domestik, dan pasar obligasi untuk menstabilkan nilai tukar, namun pelemahan tetap sulit ditahan.

Investor global terus menjual aset-aset berdenominasi rupiah dengan total capital outflow mencapai US$2,4 miliar atau setara Rp39,12 triliun pada kuartal IV-2024.

Kondisi ini diperparah oleh ekspektasi kebijakan moneter hawkish dari The Fed yang memicu penguatan dolar AS.

Analis memprediksi tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut jika sentimen negatif tidak segera mereda.