dottcom.id, MUARO JAMBI — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi memulai program ketahanan pangan Imigrasi melalui penanaman bibit perdana di Unit Layanan Paspor Muaro Jambi, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional yang digagas pemerintah pusat.
Program ketahanan pangan Imigrasi ini mengusung tema “Dari Jambi untuk Indonesia, Imigrasi Prima Indonesia Tangguh” dan melibatkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Imigrasi se-Provinsi Jambi. Pelaksanaannya juga menggandeng Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi serta kelompok tani binaan Dinas Pertanian.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung program Astacita Presiden Republik Indonesia, yang menitikberatkan pada penguatan sektor strategis, termasuk ketahanan pangan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi, Petrus Teguh Aprianto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan keberlanjutan program tersebut. Menurut Petrus Teguh Aprianto, kehadiran Imigrasi tidak hanya terbatas pada pelayanan publik dan penegakan hukum, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.
Dalam pelaksanaannya, lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi dimanfaatkan untuk pengembangan kebun produktif. Sebanyak kurang lebih 2.500 tanaman melon dan 3.000 tanaman cabai rawit ditanam sebagai komoditas utama.
Untuk mendukung hasil optimal, pengelolaan lahan dilakukan dengan metode drip irrigation atau sistem irigasi tetes, serta teknik guludan yang umum digunakan dalam pertanian modern.
Penanaman bibit dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kantor Wilayah bersama para Kepala UPT dan tamu undangan sebagai penanda dimulainya program tersebut.
Ke depan, pengelolaan kebun akan dilakukan secara berkelanjutan melalui koperasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal dengan pendampingan dari Kantor Wilayah Imigrasi Jambi.
Melalui program ketahanan pangan Imigrasi ini, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian pangan, memperkuat sinergi antarinstansi, serta menghadirkan program produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.





























