Empat orang berandalan bermotor berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setelah terlibat dalam aksi pelemparan batu yang menyebabkan seorang korban koma.
Kejadian tersebut terjadi di jalanan yang sering dijadikan tempat tawuran oleh geng motor tersebut.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Manang Soebeti, keempat pelaku mengaku menyesal atas tindakan mereka.
Namun, alasan yang mereka berikan untuk melakukan aksi tawuran dengan senjata tajam di jalanan cukup tidak masuk akal. Mereka menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk mencari ketenangan diri.
“Nyesal pak. Untuk mencari ketenangan diri pak,” ujar salah satu pelaku.
Mendengar penuturan tersebut, Kombes Pol Manang Soebeti pun memberikan tawaran yang lebih positif, yakni agar mereka mengikuti kegiatan tinju di atas ring sebagai alternatif mencari ketenangan.
“Jika mereka ingin mencari popularitas, mari kita fasilitasi dengan kegiatan yang baik, seperti bertarung di atas ring, bukan dengan cara meresahkan masyarakat,” kata Manang.
Meski demikian, keempat pelaku tetap harus menjalani proses hukum yang berlaku. Kombes Pol Manang menegaskan bahwa kelompok berandalan bermotor ini harus dibubarkan dan tidak akan ada toleransi terhadap aksi tawuran di jalanan.
“Saya imbau mulai hari ini bubar semua kelompok berandalan ini. Kalau tidak mau, akan berhadapan dengan saya, dan saya tidak akan mentolelir, tidak ada kata maaf, hanya proses hukum,” tegas Manang.
























































