Tidur di lantai mungkin kebiasaan yang umum di budaya kita.
Namun, ada anggapan bahwa tidur di lantai bisa menyebabkan sakit atau masuk angin.
Apakah ini fakta atau hanya mitos belaka? Mari kita bahas lebih lanjut.
Mitos yang Beredar
Banyak orang percaya bahwa tidur di lantai dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti:
Masuk angin – Lantai yang dingin dianggap dapat membuat tubuh kedinginan dan menyebabkan masuk angin.
Paru-paru basah – Tidur di lantai, terutama dengan kipas angin menyala, disebut-sebut bisa menyebabkan paru-paru basah.
Bronkitis – Ada yang percaya bahwa tidur di lantai terus-menerus dapat meningkatkan risiko bronkitis.
Reumatik – Tidur di lantai tanpa alas dikaitkan dengan risiko reumatik atau nyeri sendi.
Fakta Medis
Para ahli medis telah membantah mitos-mitos tersebut. Berikut adalah fakta yang perlu diketahui:
Masuk angin
Dalam dunia medis, istilah “masuk angin” tidak ada.
Rasa tidak enak badan yang sering disebut masuk angin umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti flu.
Tidur di lantai sendiri tidak secara langsung menyebabkan infeksi, tetapi jika Anda merasa kedinginan dan daya tahan tubuh melemah, risiko terkena virus bisa meningkat.
Paru-paru basah
Paru-paru basah atau efusi pleura adalah kondisi serius akibat penumpukan cairan di antara lapisan paru-paru dan dinding dada.
Penyebabnya antara lain pneumonia, gagal jantung, atau kanker—bukan karena tidur di lantai.
Dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dari RSUP Fatmawati Jakarta, Ermono Superaya, juga membantah mitos ini.
Bronkitis
Bronkitis terjadi akibat peradangan pada saluran bronkus, umumnya karena infeksi virus, bakteri, atau paparan polusi.
Dokter dari Halodoc menegaskan bahwa tidur di lantai tidak menyebabkan bronkitis secara langsung.
Reumatik
Reumatik adalah gangguan inflamasi pada sendi, bukan akibat tidur di lantai.
Namun, tidur di permukaan keras dan dingin tanpa alas bisa menyebabkan pegal atau nyeri otot.
Dokter ortopedi dan traumatologi, Liauw Roger Leo, menegaskan bahwa tidur di lantai tidak menyebabkan reumatik.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun tidur di lantai tidak berbahaya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Kebersihan – Lantai yang kotor atau berdebu dapat memicu alergi, terutama bagi yang sensitif terhadap debu.
Suhu dingin – Jika tidak terbiasa, tidur di lantai bisa membuat tubuh terasa dingin.
Gunakan alas tidur yang cukup tebal dan pakaian hangat jika diperlukan.
Kenyamanan – Tidur di lantai mungkin kurang nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki masalah tulang belakang atau nyeri sendi.
Tidur di lantai tidak menyebabkan penyakit seperti masuk angin, paru-paru basah, bronkitis, atau reumatik.
Namun, kebersihan, suhu, dan kenyamanan tetap perlu diperhatikan agar tidur tetap sehat dan berkualitas.
Sumber:
Akibat Tidur di Lantai dengan Kipas Angin, Ini Mitos Seputar Paru-Paru Basah – Tribrata News
Benarkah Tidur di Lantai Terus-Menerus Picu Bronkitis? – Halodoc
Benarkah Tidur di Lantai atau dengan Kipas Angin Sebabkan Paru-paru Basah? – Tempo.co
Sering Tidur di Lantai, Apa Efeknya bagi Kesehatan? – KlikDokter
Tidur di Lantai Tanpa Alas Bikin Reumatik, Mitos atau Fakta? – CNN Indonesia
























































