BPJS Kesehatan Catat Tren Naik, Peserta JKN Capai 98,62 Persen

dottcom.id – Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan bahwa jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga 31 Desember 2025 mencapai 282.739.458 jiwa. Angka tersebut mencakup 98,62 persen dari total penduduk Indonesia dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 81,45 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Ali Ghufron Mukti dalam sambutan pada acara Penghargaan Pemerintah Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia, termasuk BPJS Kesehatan Cabang Jambi.

“Persentase peserta JKN dibandingkan jumlah penduduk Indonesia sebesar 98,62 persen sedangkan belum terdaftar JKN sebesar 1,38 persen,” kata Ali Ghufron Mukti.

Ali Ghufron Mukti menjelaskan bahwa capaian kepesertaan JKN menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun sejak program tersebut diluncurkan. Data yang dipaparkan menunjukkan jumlah peserta pada 2014 tercatat sebanyak 133.423.653 jiwa, meningkat menjadi 187.982.919 jiwa pada 2017, kemudian 222.461.906 jiwa pada 2020. Tren kenaikan berlanjut pada 2023 dengan 267.311.566 jiwa dan 278.096.343 jiwa pada 2024.

“tahun 2014 kepesertaan mencapai 133.423.653 jiwa, 2017 mencapai 187.982. 919 jiwa , 2020 mencapai 222.461.906 jiwa, 2023 mencapai 267.311.566 jiwa, 2024 mencapai 278.096.343 jiwa,” terangnya.

Selain peningkatan jumlah peserta, kerja sama fasilitas kesehatan juga mengalami pertumbuhan signifikan. Ali Ghufron Mukti menyebutkan bahwa sepanjang 2014 hingga 2025, jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan meningkat sebesar 28,9 persen, sementara jumlah Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) meningkat hingga 90 persen.

“kehadiran BPJS Kesehatan dan program JKN mendorong geliat pertumbuhan industri, kesehatan swasta khususnya rumah sakit. Sebanyak 65,8 FKRTL mitra BPJS Kesehatan adalah FKRTL Swasta,” ucap Ali Ghufron Mukti.