dottcom.id, Jambi – Kebiasaan menahan bersin ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan tubuh, terutama pada organ pendengaran. Dokter Saddam Ismail mengingatkan bahwa tekanan udara tinggi saat bersin dapat memicu cedera apabila ditahan secara paksa.
Menurut Dokter Saddam Ismail, dorongan udara ketika seseorang bersin memiliki tekanan yang sangat kuat bahkan bisa mencapai kecepatan sekitar 160 kilometer per jam.
“Dorongan udara saat bersin bisa mencapai 160 kilometer per jam. Jika ditahan, tekanan udara akan berbalik arah dan masuk ke saluran telinga,” jelas Dokter Saddam Ismail.
Tekanan udara yang berbalik arah tersebut dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kerusakan saluran telinga hingga pecahnya gendang telinga.
Selain itu, bahaya menahan bersin juga disebut dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di area mata maupun hidung akibat tekanan yang terlalu besar di dalam tubuh.
Dokter Saddam menyarankan masyarakat untuk tidak menahan refleks alami tubuh tersebut. Saat bersin atau membuang ingus, mulut sebaiknya sedikit terbuka agar tekanan udara dapat keluar secara normal.
“Bahaya menahan bersin ini memang fakta medis, bukan sekadar mitos,” tambahnya.
Edukasi mengenai bahaya menahan bersin dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang menganggap kebiasaan tersebut aman dilakukan, terutama saat berada di tempat umum.
Padahal, jika dilakukan berulang kali, tekanan ekstrem akibat menahan bersin dapat meningkatkan risiko cedera pada organ tubuh tertentu, khususnya telinga dan saluran pernapasan bagian atas.


















































