Masyarakat Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, mendesak agar Pertamina segera bertanggung jawab atas berbagai kerugian yang mereka alami akibat proyek pengeboran yang dilakukan oleh PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero).
Kerusakan yang terjadi pada bangunan rumah serta gangguan kebisingan yang berlangsung siang-malam menjadi titik fokus keluhan warga.
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rocky Candra, menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang dialami masyarakat.
Dalam keterangan yang disampaikannya di Komplek DPR RI, Jakarta, Rocky menyebutkan bahwa bukti berupa foto dan video menunjukkan adanya retakan pada rumah-rumah warga di sekitar lokasi proyek.
“Dari data yang saya terima, terlihat jelas bahwa rumah masyarakat mengalami retak-retak. Saya minta Pertamina tidak mengabaikan kerugian ini,” ujarnya.
Rocky Candra, yang juga merupakan anggota Komisi XII DPR RI dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP Tidar, mengungkapkan bahwa ia akan menyampaikan aspirasi masyarakat terdampak dalam forum rapat resmi di DPR RI.
Menurutnya, aktivitas pengeboran, pembangunan jalan, dan operasi alat berat oleh PT Pertamina EP di Jambi menunjukkan kurangnya profesionalisme dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Pertamina harus memperhatikan tuntutan masyarakat dan segera mengganti kerugian yang telah terjadi. Jangan hanya menerima laporan, tetapi segera tindak lanjuti dengan ganti rugi yang layak. Jika perlu, evaluasi segera pihak-pihak yang bertanggung jawab di lokasi proyek,” tegas Rocky.
Masyarakat juga menuntut adanya ganti rugi secara cepat karena dampak negatif proyek tersebut tidak hanya mengganggu ketentraman lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan hidup mereka.
Isu ini kini menjadi perhatian bersama, dan banyak pihak berharap agar Pertamina segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan permasalahan yang ada.
























































