Ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan I-2025 tumbuh sebesar 4,55 persen dibanding triwulan I-2024 (year-on-year). Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, dalam rilis resmi di Aula Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Senin (5/5/2025).
Pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali sektor konstruksi yang mengalami kontraksi sebesar 0,83 persen. Sektor Transportasi dan Pergudangan menjadi yang paling menonjol dengan pertumbuhan 12,54 persen, didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat selama masa mudik dan lebaran.
Sektor Jasa dan Pertanian Tunjukkan Kinerja Positif
Selain transportasi, sektor Jasa Perusahaan tumbuh sebesar 7,90 persen, disusul Jasa Keuangan dan Asuransi 6,58 persen, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 6,57 persen, Perdagangan Besar-Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 5,42 persen, dan Pengadaan Listrik dan Gas 5,01 persen.
Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 4,90 persen.
Ekonomi Kontraksi Secara Kuartalan
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (triwulan IV-2024), ekonomi Provinsi Jambi mengalami kontraksi sebesar 3,75 persen (quarter-to-quarter). Kontraksi terdalam terjadi pada sektor konstruksi sebesar 15,38 persen.
Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami penurunan paling tajam, yakni 46,23 persen.
Struktur Ekonomi Masih Didominasi Sektor Pertanian
Struktur ekonomi Jambi pada triwulan I-2025 masih didominasi oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 34,11 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Sementara dari sisi pengeluaran, mayoritas PDRB digunakan untuk ekspor barang dan jasa yang berkontribusi hingga 68,59 persen terhadap total pengeluaran.


















































