dottcom.id – Angka korban meninggal mudik Jambi 2026 justru menunjukkan tren yang tidak biasa. Di saat jumlah kecelakaan meningkat, korban meninggal dunia malah turun tajam.
Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi mencatat hanya dua korban meninggal selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H/2026 M. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai tujuh orang.
Secara keseluruhan, terdapat 32 kejadian kecelakaan. Dari jumlah itu, dua orang meninggal dunia, lima mengalami luka berat, dan 49 lainnya luka ringan. Kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp124,1 juta.
Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Adi Benny menyebut kondisi lalu lintas selama Operasi Ketupat Siginjai 2026 relatif terkendali. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah jalur utama, arus kendaraan tetap bergerak tanpa hambatan berarti.
“Untuk pantauan arus, secara umum termonitor lancar meskipun ada sedikit peningkatan volume kendaraan,” ujarnya.
Di balik kelancaran tersebut, pelanggaran tetap ditemukan. Petugas mencatat sebanyak 1.414 teguran diberikan kepada pengendara selama operasi berlangsung.
Pelanggaran yang paling sering terjadi berkaitan dengan administrasi kendaraan dan pengemudi, termasuk muatan berlebih yang berisiko terhadap keselamatan.
“Pelanggaran yang dominan adalah terkait kelengkapan administrasi serta muatan kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan,” tambah Kombes Pol Adi Benny.
Data dari Jasa Raharja Wilayah Jambi menunjukkan gambaran yang lebih kontras. Jumlah kecelakaan tercatat 29 kejadian, melonjak 163,6 persen dibandingkan 11 kejadian pada periode sebelumnya.
Namun, jumlah korban meninggal tetap turun drastis menjadi dua orang, atau berkurang 71,4 persen. Dari dua korban tersebut, satu telah menerima santunan, sementara satu lainnya ditangani oleh Cabang Bogor sesuai domisili ahli waris.
Fenomena ini menimbulkan satu kesimpulan awal—jumlah kejadian tidak selalu sejalan dengan tingkat fatalitas. Respons cepat di lapangan dan peningkatan kesadaran pengguna jalan diduga menjadi faktor yang ikut berperan.
Meski begitu, angka pelanggaran yang masih tinggi menunjukkan pekerjaan rumah belum selesai. Kepolisian bersama Jasa Raharja dan pihak terkait terus mengingatkan pentingnya disiplin berkendara.
Masyarakat diminta memastikan kondisi fisik tetap prima, melengkapi dokumen, dan mematuhi aturan selama perjalanan. Penurunan korban tewas diharapkan bukan sekadar kebetulan, melainkan menjadi pola yang terus terjaga di masa mendatang.
























































