Bukan Obat! Diet Ini Disebut Bisa Bantu Turunkan Risiko Asam Urat

DOTTCOM.ID – Diet DASH untuk asam urat menjadi sorotan setelah penelitian terbaru menunjukkan pola makan tersebut berkaitan dengan risiko penyakit yang lebih rendah. Sebaliknya, pola makan khas Barat yang tinggi daging merah, daging olahan, minuman manis, dan garam justru dikaitkan dengan peningkatan risiko asam urat.

Temuan tersebut membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki faktor risiko asam urat. Perubahan pola makan dinilai dapat menjadi salah satu cara membantu mencegah maupun mengurangi kekambuhan penyakit.

Dikutip dari Medical Daily, Diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension awalnya dikembangkan untuk membantu mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi.

Menurut Mayo Clinic, pola makan ini menekankan konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, produk susu rendah lemak, ikan, dan unggas. Sebaliknya, konsumsi garam, gula tambahan, minuman manis, daging merah, serta makanan olahan dianjurkan untuk dibatasi.

Selain dikenal bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah, Diet DASH juga telah dikaitkan dengan pengelolaan berat badan, penurunan risiko penyakit jantung, dan kini berpotensi membantu menekan risiko asam urat.

Dalam penelitian tersebut, peserta yang paling konsisten menjalankan Diet DASH untuk asam urat diketahui memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit tersebut dibandingkan peserta yang menjalani pola makan kurang sehat.

Hubungan itu tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan berbagai faktor lain, seperti usia, indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, konsumsi alkohol, hingga kebiasaan minum kopi.

Hasil penelitian juga mengindikasikan Diet DASH berpotensi membantu mengurangi kekambuhan serangan asam urat pada penderita. Meski demikian, para peneliti menegaskan manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan.

Asam urat atau gout merupakan bentuk radang sendi yang ditandai nyeri hebat, pembengkakan, dan kemerahan pada persendian. Keluhan paling sering muncul pada sendi jempol kaki, meski dapat menyerang bagian tubuh lainnya.

Penyakit tersebut terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi sehingga membentuk kristal yang menumpuk di persendian. Penumpukan kristal memicu peradangan dan menimbulkan rasa nyeri yang intens.

Kadar asam urat dapat meningkat akibat tubuh memecah zat purin yang berasal dari daging merah, jeroan, makanan laut tertentu, maupun minuman beralkohol. Dalam kondisi normal, asam urat akan larut dan dikeluarkan melalui urine. Namun, jika produksinya berlebihan atau pembuangannya terganggu, kristal asam urat dapat terbentuk.

Peneliti menilai Diet DASH untuk asam urat dapat menjadi pilihan pola makan yang bermanfaat, terutama bagi penderita asam urat yang juga memiliki hipertensi. Meski begitu, perubahan pola makan tetap perlu disertai menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, membatasi konsumsi alkohol, memperbanyak minum air putih, serta mengikuti anjuran dokter.