DOTTCOM.ID, JAMBI – PT Pertamina EP Jambi menangani kebocoran pada pipa trunkline yang menyalurkan produksi dari MGS KAS menuju MOS Tempino setelah menerima laporan adanya aliran minyak di saluran drainase kawasan Jalan Surya Darma Km 9, Desa Kenali Asam, Kota Jambi. Hingga kini, penyebab kebocoran pipa Pertamina Jambi tersebut masih dalam proses investigasi bersama instansi terkait.
Informasi awal diterima perusahaan setelah ditemukan aliran minyak di saluran drainase di sekitar lokasi. Menindaklanjuti laporan tersebut, PT Pertamina EP Jambi segera mengerahkan tim teknis untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan di lapangan.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, tim menemukan kebocoran pada salah satu titik pipa trunkline yang menyalurkan produksi minyak dari MGS KAS menuju MOS Tempino. Titik kebocoran berada di kawasan sekitar Puskesmas Pal 10, Kota Jambi.
Dari hasil temuan awal di lapangan, terdapat dugaan adanya tindakan pihak yang belum diketahui identitasnya yang menyebabkan kerusakan pada pipa tersebut. Namun demikian, perusahaan menegaskan dugaan tersebut masih dalam proses investigasi lebih lanjut bersama instansi terkait untuk memastikan penyebab pasti kebocoran.
Sebagai langkah penanganan darurat, tim teknis berhasil menghentikan kebocoran dengan memasang repair clamp pada titik pipa yang terdampak. Setelah kebocoran berhasil dikendalikan, perusahaan melanjutkan pemantauan terhadap kondisi pipa untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik dan sistem tetap aman dioperasikan.
Selain melakukan perbaikan pada fasilitas operasi, PT Pertamina EP Jambi juga menangani minyak yang sempat keluar dari pipa guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui penyedotan minyak yang keluar serta pembersihan saluran drainase yang terdampak sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Hingga saat ini, perusahaan menyatakan tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun dampak langsung terhadap permukiman masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, pemantauan terhadap kondisi lingkungan sekitar tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak lanjutan.
Dalam proses penanganan kejadian, PT Pertamina EP Jambi terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan teknis di lapangan sekaligus penyelidikan mengenai penyebab kebocoran pipa.
Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, pekerja, serta perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional maupun penanganan keadaan darurat.
PT Pertamina EP Jambi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu maupun merusak fasilitas operasi minyak dan gas. Selain melanggar ketentuan hukum, tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat serta menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Perusahaan menyatakan akan terus mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan aparat berwenang.
































