Anggota Komisi VII DPR RI, Syafruddin, mengingatkan potensi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram menjelang Ramadan. Pasalnya, di beberapa daerah, harga gas melon tersebut mulai merangkak naik, menandakan adanya gangguan dalam distribusi pasokan.
Syafruddin mencontohkan kenaikan harga elpiji 3 kilogram di Jakarta, yang kini mencapai Rp23 ribu per tabung. Kondisi serupa juga dialami masyarakat di Kalimantan Timur, yang turut merasakan dampak lonjakan harga dan kesulitan mendapatkan pasokan elpiji.
“Permasalahan ini harus menjadi perhatian serius pihak terkait karena merugikan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2025,” ujarnya, dikutip dari Parlementaria, Jumat (31/1/2025).
Untuk mencari solusi konkret, Syafruddin berencana memanggil General Manager Pertamina Patra Niaga dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI. Selain itu, ia akan berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan langkah strategis dalam mengatasi kelangkaan ini.
“Saya akan mengkoordinasikan dengan kementerian untuk mencari solusi bersama. Jika perlu, kami akan melaporkan langsung ke Pertamina Pusat dan BPH Migas,” tegasnya.
Ia juga menekankan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap distribusi elpiji. Menurutnya, jika tidak ada perbaikan dalam sistem pengawasan, pergantian pejabat yang bertanggung jawab bisa menjadi opsi yang dipertimbangkan.























































