Status Gunung Ibu Level IV

Dokumentasi letusan Gunung Ibu dengan tinggi kolom 1.500 meter pada pukul 15:44 WIT teramati dari Pos Pengamatan Gunung Ibu yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada Kamis (16/1). (Pusdatinkom BNPB)

Halmahera Barat, Maluku Utara – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera merespons peningkatan status Gunung Ibu dari level III ‘Siaga’ menjadi level IV ‘Awas’ yang diumumkan pada Rabu (15/1).

Tim BNPB, dipimpin oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi Raditya Jati, tiba di Kabupaten Halmahera Barat pada Kamis (16/1) untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

“Diperintah oleh Kepala BNPB, untuk memastikan bahwa masyarakat dalam kondisi aman,” ujar Raditya.

BNPB bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

Dalam kunjungan ini, tim juga berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk BPBD Provinsi Maluku Utara, Bupati Halmahera Barat, dan Forkopimda setempat.

Raditya menegaskan pentingnya persiapan menghadapi kemungkinan status level IV yang berlanjut.

Ia juga meninjau pos pengamatan GunungApi Ibu untuk mendapatkan informasi terkini dari tim PVMBG serta memastikan masyarakat menerima informasi resmi.

“Kita selalu berkoordinasi dengan pos pengamatan ini, masyarakat jangan panik dan tetap ikuti informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah,” katanya.

Selain itu, tim BNPB meninjau fasilitas pengungsian di Gereja Tongotesungi, Desa Akesibu, Kecamatan Ibu.

Sebanyak 182 jiwa saat ini mengungsi dengan fasilitas dasar yang dinilai memadai, seperti makanan dan layanan kesehatan.

Gunung Ibu masih menunjukkan aktivitas erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.500 meter.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas dalam radius 5 km dari kawah dan tetap mematuhi arahan resmi.