Ditawari Kerja ke Luar Negeri? Jangan Langsung Berangkat! Begini Kata Disnakertrans Jambi

Ilustrasi

DOTTCOM.ID, JAMBI – Masyarakat Provinsi Jambi diminta tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri dengan proses keberangkatan yang cepat dan serba mudah. Disnakertrans Provinsi Jambi mengingatkan pola tersebut dapat menjadi indikasi tawaran kerja ilegal.

Kepala Disnakertrans Provinsi Jambi Ahmad Bestari mengatakan masyarakat perlu mengecek legalitas lowongan, perusahaan, dan dokumen keberangkatan sebelum menerima tawaran. Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah penggunaan dokumen resmi yang tidak sesuai dengan tujuan bekerja.

“Tawaran-tawaran yang ilegal itu biasanya menggampangkan segala urusan. Kalau ada warga kita yang ingin bekerja di luar negeri, silakan berkonsultasi kepada dinas tenaga kerja setempat. Kita cek dulu, cross check, jangan sampai sudah berangkat ternyata menjadi korban,” ujar Ahmad, Jumat (7/8/2026).

Kewaspadaan ini semakin penting setelah kasus sejumlah warga Jambi yang menjadi korban scammer di Kamboja sempat menjadi perhatian publik dan viral di media sosial. Masyarakat diminta tidak mengambil keputusan hanya karena tergiur gaji tinggi atau proses keberangkatan yang cepat.

Disnakertrans juga meminta masyarakat mengingatkan keluarga, saudara, dan tetangga yang mendapatkan tawaran kerja di luar negeri.

“Kalau ada tawaran kerja ke luar negeri, jangan langsung berangkat. Datangi dinas tenaga kerja untuk menanyakan apakah lowongan tersebut legal atau tidak,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan peluang kerja luar negeri melalui jalur resmi, seperti program magang ke Jepang, program perawat lansia, serta peluang kerja di Brunei Darussalam. Untuk Brunei Darussalam, tersedia lowongan resmi posisi koki dan pramusaji.

Masyarakat dapat mendatangi Disnakertrans Provinsi Jambi untuk memperoleh informasi mengenai persyaratan, proses seleksi, dan prosedur keberangkatan.