DOTTCOM.ID, Jambi – Potensi hujan di Jambi pada 10 hingga 11 September 2026 membawa harapan di tengah kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah. Hujan diharapkan membantu membersihkan udara sekaligus mengurangi kondisi kering yang dapat meningkatkan risiko karhutla.
Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, pada Kamis 10 September 2026 hujan dengan intensitas sedang hingga lebat lebih dari 20 milimeter per hari berpeluang terjadi di Kerinci, Merangin, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Tebo dan Bungo.
Pada Jumat 11 September 2026, potensi hujan diprakirakan terjadi di Kerinci, Merangin, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tebo dan Bungo.
Namun, hujan tidak diprakirakan turun secara merata. Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengatakan hujan berpeluang terjadi pada sore hingga malam hari.
“Hujan berpeluang terjadi pada sore hingga malam hari dengan intensitas yang diharapkan berada pada kategori ringan,” kata Jaya, Rabu 9 September 2026.
Peluang hujan muncul saat kualitas udara Kota Jambi masih terdampak asap. Berdasarkan pemantauan terbaru yang disampaikan BMKG, konsentrasi PM2,5 telah berada di atas 200 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori sangat tidak sehat. Jarak pandang masih berkisar 1.000 hingga 5.000 meter.
Ancaman karhutla juga belum mereda. Sepanjang 1 hingga 7 September 2026, sebanyak 1.846 titik panas terpantau di Jambi.
Peluang hujan lokal masih ada pada 12 September di Kerinci, Merangin dan Kota Sungai Penuh, kemudian Sarolangun pada 13 September. Pada 14 dan 15 September, BMKG memprakirakan tidak ada potensi hujan sedang hingga lebat di atas 20 milimeter per hari.























































