Usai Dihantam Hacker, Bank Jambi Kini Raih Predikat BPD Terbaik 2026

dottcom.id – Bank Jambi kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih peringkat ke-4 dalam ajang Rating BUMD Keuangan 2026 versi Majalah Infobank, di tengah upaya pemulihan pasca dugaan peretasan yang sempat mengguncang kepercayaan publik.

Dalam pemeringkatan tersebut, Bank Jambi masuk dalam kategori “The Best 17 BPD” untuk kelompok bank dengan aset Rp10 triliun hingga di bawah Rp25 triliun serta modal inti sampai Rp6 triliun. Penilaian dilakukan berdasarkan riset independen yang dirilis pada Februari 2026.

Capaian ini muncul di tengah situasi yang tidak sepenuhnya kondusif. Gangguan layanan yang terjadi sebelumnya menjadi ujian serius bagi institusi perbankan daerah tersebut, terutama dalam menjaga kepercayaan nasabah.

Manajemen Bank Jambi menilai penghargaan tersebut sebagai indikator bahwa kondisi perusahaan tetap berada dalam jalur yang sehat, dengan dukungan tata kelola yang baik serta pengelolaan manajemen yang profesional.

Direktur Utama Bank Jambi, H Khairul Suhairi, menegaskan bahwa aspek kepercayaan menjadi fondasi utama yang terus dijaga dalam operasional perbankan.

“Saat ini, fokus utama kami adalah memastikan setiap layanan berjalan optimal, dana nasabah aman, dan seluruh operasional bank berjalan dengan prinsip kehati-hatian yang ketat,” jelas Direktur Utama Bank Jambi, H Khairul Suhairi, Dikutip pada Rabu 1 April 2026.

Bank Jambi memastikan seluruh dana nasabah tetap dikelola secara aman, transparan, serta sesuai ketentuan yang berlaku. Kondisi likuiditas juga diklaim berada pada level yang memadai untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Peran Bank Jambi tidak hanya terbatas pada layanan keuangan. Dana yang dihimpun dari masyarakat kembali disalurkan dalam bentuk kredit produktif bagi pelaku UMKM, pembiayaan sektor perdagangan dan jasa, hingga dukungan terhadap proyek pembangunan daerah.

Kondisi tersebut disebut memberikan dampak berantai terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi, terutama dalam memperkuat sektor riil.

“Dalam menghadapi kondisi saat ini, Bank Jambi terus melakukan berbagai langkah konkret yakni, Stabilitas Keuangan yang Terjaga

Permodalan dan likuiditas berada pada level yang kuat, memastikan operasional bank tetap berjalan optimal dan aman,” urainya.

Mengutip laporan Detik, sebelum meraih penghargaan ini, Bank Jambi sempat menghadapi dugaan pembobolan sistem yang berdampak luas. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (22/2/2026) itu menyebabkan kerugian hingga Rp143 miliar dan memengaruhi sekitar 6.600 nasabah.

Gangguan tersebut juga membuat layanan mobile banking dan ATM tidak dapat diakses selama belasan hari, sehingga nasabah harus melakukan transaksi langsung di kantor cabang.

kasus tersebut masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Sementara itu, berdasarkan laporan Kompas, Gubernur Jambi Al Haris menyebut sebagian dana yang hilang telah terlacak. Dari total kerugian Rp143 miliar, sekitar Rp19 miliar diketahui mengalir ke mata uang kripto.

Proses pengembalian dana kepada nasabah disebut telah berjalan secara bertahap. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa kerugian nasabah akan ditanggung sepenuhnya.

Memasuki awal Maret 2026, Bank Jambi masih memfokuskan upaya pada pemulihan sistem digital dan penguatan keamanan teknologi. Normalisasi layanan ditargetkan rampung sebelum periode Lebaran.

Kondisi ini menempatkan Bank Jambi pada dua realitas sekaligus, meraih pengakuan sebagai salah satu bank daerah terbaik, namun tetap berada dalam pengawasan publik terkait penyelesaian kasus yang sedang berjalan.