Jambi  

Kapolda Jambi Pantau Karhutla dari Udara, Tegaskan Penindakan Tanpa Toleransi

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar turun langsung memantau kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jambi, Rabu (30/7/2025).

Pemantauan dilakukan melalui jalur udara untuk memastikan perkembangan terkini karhutla di beberapa titik rawan.

Pemantauan Menggunakan Helikopter

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi Karo Operasi Kombes Pol Edi Faryadi dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Taufik Nurmandia.

Pemantauan dilakukan menggunakan helikopter dengan menyisir sejumlah kabupaten rawan karhutla, di antaranya Batanghari, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tebo, dan Merangin.

32 Titik Api Terdeteksi di Wilayah Jambi

“Saat ini kami mencatat ada 32 titik api yang tersebar di berbagai wilayah. Selain memantau, kami juga melakukan mitigasi langsung di lokasi-lokasi rawan tersebut,” tegas Kapolda Jambi.

Sinergi Semua Pihak Sangat Ditekankan

Kapolda menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam penanganan karhutla.

“Kami meminta jajaran kepolisian di seluruh wilayah untuk berkoordinasi aktif dengan TNI, BPBD, pemerintah daerah, serta masyarakat. Penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Penegakan Hukum untuk Pelaku Pembakaran

Tidak hanya fokus pada pemadaman, Kapolda juga menekankan aspek penegakan hukum.

Ia menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi.

“Saya sudah memerintahkan Dirreskrimsus untuk melakukan penyelidikan mendalam. Siapa pun yang terbukti membakar, akan ditindak tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Dua Tersangka Sudah Ditetapkan

Sebagai bukti keseriusan, Polda Jambi telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi baru-baru ini.

Kapolda menambahkan, upaya pemadaman masih terus dilakukan dan Polda Jambi akan berada di garis terdepan untuk melindungi masyarakat dari dampak asap karhutla.

Langkah Pencegahan dan Pemulihan Berkelanjutan

“Kami akan terus melakukan langkah-langkah pencegahan, penindakan, dan pemulihan. Tidak boleh ada pembiaran, ini masalah serius yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” pungkas Kapolda.

Hingga kini, tim gabungan dari Kepolisian, TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat masih terus berupaya memadamkan titik api yang tersisa.