Program Masjid Ramah Pemudik di jalur mudik Lebaran 2026 kembali digulirkan di Provinsi Jambi. Inisiatif yang merupakan program Menteri Agama Nasaruddin Umar itu akan membuka masjid-masjid di sepanjang jalur mudik selama 24 jam sebagai tempat istirahat yang aman dan nyaman bagi pemudik.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jambi Fatahuddin menyampaikan, layanan tersebut akan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri 1447 Hijriah. Masjid di pinggir jalan raya yang memiliki fasilitas memadai akan difungsikan sebagai rest area alternatif.
“Nanti kita akan publish alamatnya sehingga akan memudahkan bagi para pemudik, dan untuk itu kami mohon dukungan, masukan dan sinergi dari Dirlantas Polda Jambi, Dishub Provinsi Jambi dan Jasa Raharja sehingga program masjid ramah pemudik ini bisa berhasil,” ujar Fatahuddin dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Aula Kanwil Kemenag Jambi, Senin (02/03/2026).
Fatahuddin menambahkan, apabila diperlukan, rumah ibadah lain seperti gereja dan madrasah di sepanjang jalur mudik juga dapat difungsikan untuk mendukung kelancaran arus mudik. “Tidak menutup kemungkinan juga jika memang dibutuhkan, kita juga akan buka Rumah Ibadah lainnya seperti Gereja dan juga madrasah-madrasah disepanjang jalur mudik dalam Provinsi Jambi, kita akan intensifkan komunikasi di daerah guna menyukseskan program ini,” ujarnya.
Rapat koordinasi dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jambi Faizan dan dihadiri perwakilan Polda Jambi, Dishub Provinsi Jambi, Jasa Raharja, para kepala bidang, pembimas, kepala kantor Kemenag kabupaten/kota, kepala KUA, kepala madrasah, serta penyuluh agama Islam se-Provinsi Jambi, baik secara luring maupun daring.
Faizan menegaskan, program tersebut merupakan implementasi fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat. Persiapan mencakup pendataan masjid dengan fasilitas publik memadai serta pematangan standar layanan untuk menyambut arus mudik Lebaran.
Usai rapat, seluruh kepala kantor Kemenag kabupaten/kota diminta menggelar koordinasi lanjutan di tingkat kecamatan bersama unsur terkait, termasuk dewan kemakmuran masjid dan penyuluh agama, guna memastikan kesiapan di lapangan.
Perwakilan Ditlantas Polda Jambi, AKBP Novrizal, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurut Novrizal, keberadaan masjid sebagai tempat istirahat di jalur Lintas Sumatera menjadi elemen penting dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Novrizal menekankan perlunya penetapan titik lokasi yang strategis, ketersediaan kantong parkir agar tidak mengganggu bahu jalan, serta dukungan keamanan melalui pemasangan CCTV dan sinergi dengan personel kepolisian.
Sementara itu, Kepala UPTD Sarana dan Prasarana Dishub Provinsi Jambi menyoroti pentingnya fasilitas MCK, penerangan memadai, serta penyediaan karpet di area teras masjid guna menunjang kenyamanan pemudik. Perwakilan Jasa Raharja juga menekankan aspek keamanan dan kenyamanan sebagai prioritas utama.
Dengan sinergi lintas sektor, Program Masjid Ramah Pemudik 2026 diharapkan tidak hanya memberi kenyamanan bagi pemudik, tetapi juga berkontribusi terhadap keselamatan perjalanan dan kelancaran arus mudik di Provinsi Jambi.

























































