Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Brian Yuliarto Gantikan Satryo Soemantri

Image Courtesy of ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengalami reshuffle atau perombakan pertama sejak dilantik 122 hari lalu.

Salah satu perubahan besar terjadi di posisi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).

Brian Yuliarto resmi menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Mendiktisaintek.

Brian, yang merupakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB (2010-2016), Dekan Fakultas Teknologi Industri (2020-2024), serta sempat menjadi Wakil Rektor ITB.

Pelantikan Brian Yuliarto dilakukan di Istana Negara berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet 2024-2029.

Prosesi ini dipimpin oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti.

Dalam sumpahnya, Brian berjanji akan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab:

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Brian dalam pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Februari 2025.

Sebelum reshuffle ini, Satryo Soemantri sempat menjadi sorotan publik.

Pada Januari 2025, ia didemo oleh sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Kemendikti Saintek.

Selain itu, rekaman suara yang diduga menunjukkan dirinya melakukan kekerasan fisik dan verbal terhadap pegawai di rumah dinas sempat bocor ke publik.

Hingga kini, keaslian rekaman tersebut masih diperdebatkan.

Tak hanya itu, beberapa ASN di Kemendikti Saintek juga melaporkan bahwa Satryo sering melakukan mutasi pegawai secara sepihak, yang diduga dilandasi alasan pribadi.

Dengan pergantian ini, publik menantikan bagaimana langkah Brian Yuliarto dalam membangun sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.