dottcom.id – Angkutan Lebaran Jambi 2026 lancar dengan kondisi aman dan tertib selama masa operasional H-10 hingga H+9. Pelaksanaan ini berada di bawah koordinasi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi sebagai penanggung jawab posko.
Koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan melalui rapat lintas sektor serta pemantauan lapangan untuk mengantisipasi kemacetan, kecelakaan, dan gangguan perjalanan.
“Alhamdulillah, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Provinsi Jambi berjalan dengan aman dan lancar. Hal ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, Senin (30/3/2026).
Selama periode tersebut, disiapkan 63 posko dan fasilitas pendukung, termasuk pos moda darat, laut, udara, serta puluhan pos pengamanan dan pelayanan. Selain itu, tersedia 111 rest area dan masjid ramah pemudik.
Pada moda darat, jumlah bus yang datang dan berangkat menurun, namun jumlah penumpang justru meningkat. Puncak arus mudik terjadi pada H-6, sedangkan arus balik tertinggi pada H+7 dengan Terminal Alam Barajo menjadi titik aktivitas utama.
Moda laut mencatat lonjakan signifikan pada jumlah kapal dan penumpang, sementara moda udara menunjukkan kenaikan tipis baik pada jumlah pesawat maupun penumpang.
Pergerakan pemudik masih didominasi kendaraan pribadi, dengan ratusan ribu sepeda motor dan mobil melintas, yang berdampak pada menurunnya peran terminal. Selain itu, perubahan pola perjalanan juga dipengaruhi beroperasinya Jalan Tol Pijoan–Tempino.
Dari sisi keselamatan, tidak terdapat korban meninggal dunia dari penumpang angkutan umum. Secara keseluruhan, angka korban meninggal dunia turun 85 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara korban luka menurun 12 persen.
Meski Angkutan Lebaran Jambi 2026 lancar, masih ditemukan sejumlah pelanggaran seperti angkutan barang yang tidak mematuhi pembatasan, praktik naik-turun penumpang di titik tidak resmi, hingga keberadaan travel gelap dan angkutan penyeberangan tanpa izin.
“Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tidak hanya berfokus pada kelancaran, tetapi juga bagaimana negara hadir dalam menjamin keselamatan dan perlindungan jiwa masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, penguatan pengawasan, penataan perizinan, serta perlindungan penumpang akan menjadi fokus untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi di wilayah Jambi.
























































