Sejarah kolonialisme Inggris di India tidak hanya meninggalkan jejak politik dan ekonomi, tetapi juga dampak kesehatan yang signifikan.
Salah satu dampak yang paling mencolok adalah tingginya angka diabetes di India saat ini.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelaparan yang terjadi selama masa penjajahan Inggris mungkin menjadi salah satu penyebab utama.
Selama masa kolonial, India mengalami setidaknya 31 kelaparan besar, termasuk “Kelaparan Besar Bengal” pada tahun 1943 yang menewaskan tiga juta orang.
Kebijakan Inggris yang kontroversial, termasuk penolakan untuk mengirimkan pasokan gandum darurat, memperburuk situasi.
Winston Churchill bahkan menyalahkan kelaparan pada orang India yang “berkembang biak seperti kelinci”.
Menurut Dr. Mubin Syed, seorang radiologis dari Ohio, Amerika Serikat, yang juga bekerja di bidang kedokteran vaskular dan obesitas, kelaparan ini menyebabkan adaptasi kelaparan pada orang India.
Adaptasi ini membuat tubuh mereka cenderung menyimpan lemak daripada membakarnya, yang kemudian diwariskan ke generasi berikutnya.
Akibatnya, orang India memiliki massa otot yang rendah dan lebih rentan terhadap diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
Dalam era modern yang melimpah makanan, adaptasi ini menjadi tidak sesuai dengan lingkungan yang ada, menciptakan konflik dalam fisiologi tubuh dan meningkatkan risiko diabetes.
Dengan demikian, sejarah kelaparan selama masa penjajahan Inggris mungkin memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat India saat ini.























































