Generasi Muda Indonesia Dihabisi Diabetes

pexels.com/Artem Podrez

Diabetes melitus, yang dulu dikenal sebagai penyakit orang tua, kini semakin mengancam generasi muda Indonesia.

Data terbaru menunjukkan peningkatan prevalensi diabetes pada anak-anak dan remaja yang sangat mengkhawatirkan.

Menurut laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kasus diabetes tipe 1 pada anak di bawah 18 tahun melonjak hingga 70 kali lipat dari tahun 2010 hingga 2023.

Pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan peningkatan obesitas menjadi faktor utama yang memicu lonjakan ini.

Anak-anak yang sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman bersoda, dan camilan tinggi gula berisiko lebih besar terkena diabetes.

Selain itu, rendahnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan pengobatan yang tidak teratur juga memperburuk situasi ini.

Kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya mencatat jumlah kasus tertinggi, dengan prevalensi terbesar pada anak usia 10-14 tahun.

Mayoritas penderita diabetes anak adalah perempuan, yang mencapai 59,3 persen dari total kasus.

Peningkatan prevalensi diabetes di kalangan generasi muda ini menjadi alarm bagi kita semua.

Diperlukan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan diabetes sejak dini.