Jelang arus mudik Lebaran 2025, PT Hutama Karya (Persero) terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pemeliharaan dan beautifikasi rutin di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yang diperkirakan akan dilalui lebih dari 3 juta kendaraan selama musim mudik.
Komitmen ini sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan infrastruktur.
Selain itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, juga meminta seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mempercepat perbaikan jalan sebelum periode larangan pekerjaan konstruksi yang dimulai H-15 Lebaran.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyatakan bahwa pemeliharaan dilakukan secara menyeluruh, terutama pada dua ruas utama yang menjadi jalur mudik, yaitu Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) dan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
Perawatan ini meliputi pengecatan ulang rambu dan barrier, pembersihan guardrail, serta perbaikan jalan menggunakan metode Scrapping, Filling & Overlay (SFO) dan rekonstruksi beton rigid.
“Pekerjaan pemeliharaan ini dilakukan setiap hari dengan jadwal tertentu agar tidak mengganggu lalu lintas secara signifikan,” ujar Adjib.
Untuk meningkatkan efektivitas perbaikan, Hutama Karya juga menambah jumlah Tim Inspeksi Pothole dari dua menjadi tiga tim guna mempercepat deteksi dan penanganan kerusakan jalan.
Pemudik juga dihimbau untuk berhati-hati dan melaporkan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan melalui call center atau media sosial resmi Hutama Karya.
Dengan berbagai persiapan ini, diharapkan arus mudik 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan tol.
























































