Indonesia secara resmi menjadi anggota organisasi internasional BRICS, sebagaimana diumumkan oleh Pemerintah Brazil selaku pemegang presidensi BRICS tahun 2025. Bergabungnya Indonesia disambut hangat oleh negara-negara anggota lainnya.
Dalam pernyataannya, Brazil menyebutkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara dengan populasi dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. “Indonesia memiliki kesamaan pandangan dengan anggota-anggota BRICS lainnya terkait dukungan atas reformasi institusi global dan kontribusi positif untuk memperkuat kerja sama antara negara-negara Selatan Global,” ungkap pernyataan tersebut.
Keputusan untuk menerima Indonesia sebagai anggota BRICS pertama kali diambil dalam KTT BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Agustus 2023. Namun, karena Indonesia sedang bersiap untuk Pemilu pada Februari 2024, pemerintah secara resmi menyampaikan niat bergabung setelah pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto terbentuk.
Brazil juga memandang Indonesia sebagai mitra penting yang mendukung berbagai isu prioritas selama masa presidensinya, yang berlangsung dari 1 Januari hingga 31 Desember 2025. Bergabungnya Indonesia ke BRICS diyakini akan semakin memperkuat kerja sama multilateral di antara negara-negara berkembang.
BRICS, yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, kini bertambah dengan kehadiran Indonesia sebagai anggota baru. Langkah ini diharapkan membawa pengaruh positif bagi stabilitas dan keseimbangan geopolitik global.






















































