dottcom.id – Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran akhirnya tiba dengan selamat di Tanah Air setelah mengalami langsung situasi mencekam akibat serangan rudal di Kota Teheran. Salah satu di antaranya adalah Tetap Segar, teknisi pesawat asal Kabupaten Tangerang yang mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Tetap Segar dievakuasi oleh Pemerintah Indonesia menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik tersebut memicu serangan rudal yang terjadi hampir setiap hari di sejumlah wilayah, terutama di ibu kota Teheran.
“Kondisi sekarang memang sudah tidak kondusif. Namun, tergantung dari kita masing-masing mempunyai keyakinan akan cepat reda atau berlanjut,” ujar Tetap Segar, Selasa (11/3/2026).
Sebagai teknisi pesawat, Tetap Segar bekerja di kawasan Bandara Internasional Imam Khomeini (IKA), bandara utama penerbangan internasional di Iran. Sementara penerbangan domestik dilayani melalui Bandara Mehrabad (THR). Lokasi kerjanya yang berada di area bandara membuat Tetap Segar kerap menyaksikan langsung serangan rudal yang terjadi di sekitar Teheran.
“Hampir setiap hari serangan itu terjadi, tapi untuk warga disana sudah biasa tidak ada kepanikan berlebih. Jadi kita tetap stay menunggu kondisi kondusif,” kata Tetap Segar.
Akibat meningkatnya eskalasi konflik, perusahaan tempat Tetap Segar bekerja menghentikan aktivitas operasional. Para pekerja kemudian dipulangkan ke asrama sambil menunggu perkembangan situasi keamanan.
“Ya, tentu kerjaan dihentikan, kita dipulangkan ke asrama dan kita tunggu informasi dari KBRI. Dengan situasi keamanan yang semakin mencekam, saya kemudian memutuskan untuk mendaftarkan diri kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Taheran agar dapat pulang ke Tanah Air,” ucapnya.
Tetap Segar menjelaskan proses evakuasi berjalan aman berkat pendampingan dari petugas Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran yang terus memberikan arahan selama perjalanan hingga tiba di Indonesia.
Kesaksian serupa disampaikan WNI lainnya, Abdul Wahid, yang juga bekerja sebagai teknisi perawatan pesawat di Teheran. Abdul Wahid mengaku sempat terkejut ketika pertama kali mendengar suara ledakan bom dari jarak dekat.
“Iya, pertama dengar bom itu ya ternyata lebih dasyat lah, ngeri. Karena, emang di sekililing,” ujarnya.
Saat peristiwa tersebut terjadi, Abdul Wahid sedang berada di bandara tempatnya bekerja. Pihak perusahaan langsung menghentikan aktivitas kerja dan meminta seluruh karyawan kembali ke tempat tinggal masing-masing.
“Saya lagi di kantor waktu itu, terus disuruh bubar sama kantor. Suruh pulang ke apartemen, ya udah kita pulang, itu lagi di airport,” kata Abdul Wahid.
Setelah tiba di apartemen, Abdul Wahid kembali mendengar dentuman bom dari jarak yang sangat dekat sehingga membuatnya panik.
“Ya kondisinya orang dengar bom ya nggak biasa lah, jadi ya takut lah. Jaraknya satu kilo atau dua kilo lah,” ucapnya.
Apartemen Abdul Wahid berada di wilayah Teheran yang menjadi salah satu titik serangan dalam konflik tersebut. Pengalaman itu membuat Abdul Wahid mengaku masih mengalami trauma.
Meski demikian, Abdul Wahid tidak menutup kemungkinan untuk kembali bekerja di Iran apabila situasi keamanan sudah kembali normal dan perusahaan memanggil kembali.
“Sambil nunggu kondisi nanti aman, kalau memang dipanggil lagi sama perusahaan ya kalau udah aman mungkin balik,” ujarnya.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mencatat sebanyak 22 WNI telah berhasil dipulangkan dalam gelombang pertama evakuasi dari Iran. Mereka kembali ke Indonesia melalui penerbangan Turkish Airlines dengan rute Baku, Azerbaijan, menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa proses pemulangan WNI masih akan terus berlanjut dalam beberapa tahap berikutnya.
“Sore ini ada 22 WNI yang kembali di gelombang pertama ini. Besok, 10 lagi yang berangkat dari Iran,” kata Sugiono.
Pada tahap selanjutnya, pemerintah juga menyiapkan evakuasi gelombang kedua yang direncanakan akan memulangkan sekitar 36 WNI lainnya yang telah mendaftarkan diri untuk kembali ke Tanah Air.





















































