Seoul – Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, ditangkap oleh Badan Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi Korsel (CIO) dalam upaya kedua mereka membawa Yoon dari kediaman kepresidenan untuk diperiksa terkait deklarasi darurat militer Desember lalu.
Penangkapan tersebut dilaksanakan pada pukul 10:33 waktu setempat.
Iring-iringan kendaraan yang membawa Yoon meninggalkan kompleks kepresidenan di pusat Seoul menuju kantor CIO di Gwacheon, selatan Seoul.
Yoon tampak memasuki kantor CIO untuk menjalani pemeriksaan.
Berdasarkan pernyataan resmi, penyidik telah mengajukan perintah penahanan terhadap Yoon selama 48 jam untuk memastikan kelanjutan proses hukum.
Dalam rekaman video yang dirilis setelah penangkapannya, Yoon tetap menunjukkan sikap melawan.
Ia menuduh penyelidikan tersebut ilegal dan menyatakan bahwa kehadirannya di kantor CIO adalah “untuk mencegah pertumpahan darah”.
Deklarasi darurat militer yang dilakukan Yoon Desember lalu memicu kontroversi besar di Korea Selatan, dengan berbagai pihak menuduhnya melanggar konstitusi.
Langkah ini berujung pada pemakzulan dirinya sebagai presiden.
Pemerintah dan rakyat Korea Selatan kini menunggu hasil penyelidikan terhadap kasus ini, yang menjadi salah satu skandal politik terbesar dalam sejarah negara tersebut.























































