Dalam pesan Natal yang disampaikan pada Minggu (22/12), Paus Fransiskus menggambarkan perang Israel di Gaza sebagai sebuah “kekejaman luar biasa.”
Berbicara dari kapel Casa Santa Marta karena sedang flu, pemimpin Gereja Katolik ini menyampaikan doa tradisionalnya dengan nada penuh kesedihan.
“Saya memikirkan Gaza dengan kesedihan mendalam; begitu banyak kekejaman, anak-anak yang menjadi korban senjata mesin, sekolah, dan rumah sakit yang dibom… Betapa kejamnya,” ujar Paus dengan empati mendalam.
Selain Gaza, Paus juga menyerukan penghentian kekerasan di berbagai belahan dunia, termasuk Ukraina, Timur Tengah, dan Afrika.
“Biarkan senjata-senjata diam, dan biarkan lagu-lagu Natal menggema,” tegasnya, menyerukan gencatan senjata global selama Natal.
Kekerasan yang Tak Kunjung Usai
Paus Fransiskus juga menyoroti dampak perang di Ukraina, yang terus merusak infrastruktur vital seperti sekolah, rumah sakit, dan gereja sejak Februari 2022.
Ia mengajak semua pihak untuk mencari jalan keluar melalui dialog dan kerja sama demi kebaikan bersama.
Tidak hanya itu, situasi di Mozambik yang dilanda kekerasan dan kemiskinan juga menjadi perhatian Paus.
“Dialog dan upaya mencari kebaikan bersama, yang didukung oleh iman dan niat baik, dapat mengalahkan ketidakpercayaan dan perpecahan,” ujarnya dengan penuh harapan.
Mengecam Kekejaman di Gaza
Pada Sabtu sebelumnya, Paus Fransiskus mengecam serangan udara Israel terhadap Gaza, menyebutnya sebagai tindakan “bengis.”
Perang yang dimulai sejak 7 Oktober 2023 ini telah menewaskan lebih dari 45.200 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak.
Selain itu, Israel menghadapi tekanan hukum internasional.
Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang.
Gugatan genosida juga diajukan terhadap Israel di Mahkamah Internasional.
Dengan seruannya, Paus Fransiskus menegaskan pentingnya perdamaian, keadilan, dan dialog untuk mengakhiri kekerasan yang terus menghantui dunia.

























































