Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan setelah Israel melancarkan serangan terhadap markas Hizbullah di Beirut Selatan.
Serangan ini meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, yang merupakan salah satu wilayah penghasil minyak utama dunia.
Menurut laporan terbaru, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik hampir 1% dan menetap di atas USD 68 per barel, sementara harga minyak mentah Brent naik dan menetap di dekat USD 72 per barel.
Kenaikan harga ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak akibat eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Serangan Israel terhadap Hizbullah ini terjadi setelah Israel berjanji untuk terus membombardir target Hizbullah di Lebanon tanpa batas waktu, yang melemahkan upaya untuk mengamankan gencatan senjata.
Kedutaan Besar Iran di Beirut menyebut serangan ini sebagai “eskalasi berbahaya yang mengubah aturan main”.
Ketegangan geopolitik yang meningkat ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi pasokan minyak dari wilayah produsen utama, sehingga mendorong harga minyak naik lebih tinggi.
Para analis memperkirakan bahwa harga minyak akan terus berfluktuasi seiring dengan perkembangan situasi di Timur Tengah.























































