Dunia  

Trump Resmi Dilantik, Serukan “Revolusi Akal Sehat”

Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden AS J.D. Vance mendengarkan lagu kebangsaan saat upacara pelantikan mereka di Rotunda Capitol pada 20 Januari 2025 di Washington, DC. (Foto: Chip Somodevilla / Pool via Reuters)

Donald Trump resmi menjadi Presiden Amerika Serikat setelah diambil sumpahnya di ibu kota Washington DC pada Senin (20/1). Dalam pidato pertamanya sebagai presiden, Trump mengungkapkan optimisme besar terhadap masa depan AS, menyatakan bahwa negara tersebut tengah memasuki era baru kesuksesan nasional.

“Saya kembali ke kursi kepresidenan dengan penuh percaya diri dan optimistis bahwa kita berada di awal era baru dari sebuah kesuksesan nasional. Gelombang perubahan tengah menyapu negara ini,” ujar Trump dalam pidatonya yang berlangsung selama 30 menit di ruang Rotunda Gedung Capitol.

Pelantikan ini menandai momen bersejarah, di mana Trump dilantik sebagai Presiden ke-47 AS dan JD Vance sebagai Wakil Presiden ke-50. Acara pelantikan tersebut digelar di dalam ruangan Capitol, untuk pertama kalinya sejak 1985, mengingat suhu udara yang mencapai -20 derajat Celcius.

Dalam pidatonya, Trump berjanji akan menandatangani sejumlah perintah eksekutif yang ia klaim sebagai bagian dari “revolusi akal sehat”. Salah satunya adalah mengumumkan darurat nasional di perbatasan selatan AS untuk mengatasi imigrasi ilegal. Trump juga berencana menambah pasukan penjaga di perbatasan dan melakukan deportasi massal terhadap pendatang ilegal.

Selain itu, Trump menyatakan niatnya untuk membawa AS kembali menjadi negara “paling kuat dan dihormati di seluruh dunia”, dengan menyebutkan langkah-langkah drastis seperti mengganti nama “Teluk Meksiko” menjadi “Teluk Amerika” dan mengambil kembali kendali atas Terusan Panama yang sebelumnya diserahkan kepada Otoritas Terusan Panama pada 1999.

Trump juga menargetkan pengiriman astronot AS ke planet Mars, menyebutnya sebagai bagian dari Takdir Nyata (Manifest Destiny), ideologi yang menganggap AS ditakdirkan untuk memperluas wilayahnya ke arah barat. Pernyataan ini mendapat sambutan positif dari Elon Musk, miliuner pendukung Trump, yang hadir di acara tersebut, bersama Jeff Bezos, CEO Amazon.