Dunia  

Kim Jong-un Larang Rakyatnya Konsumsi Hot Dog karena Dianggap Kebarat-baratan

Kim Jong-un Larang Rakyat Korea Utara Konsumsi Hot Dog karena Dianggap Kebarat-baratan
Image Courtesy of Unsplash/Zeki Okur

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, kembali mengeluarkan kebijakan kontroversial dengan melarang rakyatnya untuk mengonsumsi hot dog.

Makanan populer berbahan dasar roti, sosis, dan sayuran ini dianggap terlalu terpengaruh budaya Barat.

Larangan tersebut tidak hanya berlaku untuk konsumsi pribadi, tetapi juga penjualan hot dog di pasar-pasar.

Bagi warga Korea Utara, larangan ini menimbulkan perubahan besar, terutama bagi pedagang kaki lima yang sering menjual hot dog.

Mereka yang melanggar aturan ini diancam akan dideportasi ke kamp kerja paksa.

Selain hot dog, larangan juga mencakup hidangan Budae-jjigae, atau yang dikenal sebagai “Army Base Stew.”

Hidangan ini berasal dari Korea Selatan dan telah menjadi salah satu favorit masyarakat Korea Utara.

Namun, pihak berwenang kini melarang penjualannya di pasar dengan alasan yang sama.

Radio Free Asia (RFA) melaporkan bahwa pihak berwenang telah memantau ketat aktivitas para pedagang untuk memastikan larangan tersebut dipatuhi.

Salah satu pedagang di provinsi Ryanggang mengungkapkan bahwa penjualan Budae-jjigae dan kue beras tteokbokki kini diawasi secara ketat.

Selain larangan terkait makanan, Kim Jong-un juga memberlakukan berbagai aturan lain yang tidak kalah ketat.

Pada Desember 2024, pemimpin tersebut melarang perayaan Natal dengan ancaman hukuman mati.

Selain itu, pasangan yang berencana bercerai juga diancam akan dikirim ke kamp kerja paksa selama enam bulan, karena perceraian dianggap sebagai tindakan anti-sosialis.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari kebijakan rezim Kim Jong-un untuk mempertahankan ideologi negara yang anti-Barat.

Namun, kebijakan ini memicu kritik dari berbagai pihak, terutama karena berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari rakyat Korea Utara.