Menag Nasaruddin Umar Lobi Arab Saudi Agar Tidak Batasi Usia Jemaah Haji

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sedang melobi Pemerintah Arab Saudi untuk tidak memberlakukan pembatasan usia bagi jemaah haji pada penyelenggaraan haji tahun ini atau 1446 H.

Ia mengusulkan agar penilaian dilakukan berdasarkan pendekatan istithaah, yakni mempertimbangkan kesehatan fisik dan mental calon jemaah, alih-alih menggunakan batas usia maksimal 90 tahun.

“Memang ada wacana tersebut. Namun, saya sudah melobi Pemerintah Arab Saudi agar tidak menggunakan alat ukur usia. Ada jemaah berusia di atas 90 tahun yang lebih sehat dibandingkan yang lebih muda. Jadi, saya mengusulkan agar pendekatan istithaah kesehatan menjadi dasar penilaian,” ujar Nasaruddin kepada Kompas.com, Senin (27/1).

Menag berusia 65 tahun itu menilai kebijakan pembatasan usia tidak adil, terutama bagi calon jemaah haji Indonesia yang harus menunggu puluhan tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

“Bayangkan, ada yang menunggu hingga 48 tahun. Kalau kemudian dibatasi, ini sangat tidak adil. Tapi, karena ini adalah kebijakan negara Saudi, keputusan ada di tangan mereka. Kami hanya bisa memberikan usulan yang rasional,” katanya.

Nasaruddin menambahkan bahwa Menteri Haji Arab Saudi, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesehatan, memahami alasan yang disampaikan. “Waktu itu dia ngangguk-ngangguk. Kami berharap standar usia 90 tahun bisa diubah, mengingat daftar tunggu Indonesia yang sangat panjang,” tuturnya.

Selain pembatasan usia maksimal 90 tahun, Arab Saudi juga dikabarkan berencana membatasi persentase jemaah lanjut usia dengan rentang usia 70 hingga 80 tahun ke atas. Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, jika pembatasan usia ini diterapkan, lebih dari 3.000 calon jemaah haji Indonesia akan terdampak.

“Mungkin jumlahnya tidak banyak, tetapi jika standar ini diterapkan, dampaknya cukup signifikan. Saat ini kami masih menunggu surat resmi dari Pemerintah Arab Saudi,” ujarnya dilansir Viva.

Hilman menambahkan bahwa Indonesia selama ini tetap memberangkatkan jemaah lanjut usia, bahkan yang berusia lebih dari 100 tahun. “Beberapa waktu lalu, jemaah berusia 100 tahun masih ada yang berangkat dari Indonesia,” ungkapnya.