dottcom.id – Kabupaten Bungo mencatat inflasi tertinggi di Provinsi Jambi pada Februari 2026 dengan angka 6,46 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,34. Angka tersebut melampaui rata-rata inflasi Provinsi Jambi yang berada di level 4,59 persen.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, dalam rilis resmi, Senin 2 Februari 2026, menjelaskan bahwa tekanan harga di Bungo dipicu oleh kenaikan sejumlah komoditas pangan serta lonjakan tarif listrik.
“Untuk Muaro Bungo yang inflasinya di atas enam persen, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan tarif listrik memberi andil cukup besar,” jelasnya.
Secara umum, inflasi terjadi akibat kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Di Bungo, kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga menjadi penyumbang utama, seiring meningkatnya tarif listrik. Selain itu, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau turut memberikan kontribusi signifikan.
Komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain tarif listrik, daging ayam ras, petai, sigaret kretek mesin, nasi dengan lauk, tomat, serta tarif angkutan udara. Kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
Secara bulanan, Bungo juga mencatat inflasi sebesar 0,93 persen, lebih tinggi dibanding Kota Jambi yang berada di angka 0,38 persen dan hanya sedikit di bawah Kabupaten Kerinci yang mencatat 1,07 persen.
Dengan capaian inflasi tahunan 6,46 persen, kondisi harga di Bungo menunjukkan tekanan yang lebih kuat dibanding wilayah lain di Provinsi Jambi. BPS mengimbau pemerintah daerah memperkuat langkah pengendalian harga, khususnya pada komoditas pangan dan energi yang memberi kontribusi besar terhadap inflasi.





















































