Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., menegaskan bahwa perbaikan Museum Muara Jambi sudah mendekati tahap penyelesaian. Situs bersejarah yang berisi candi Buddha abad ke-16 hingga 18 ini mencakup kawasan seluas 4.000 hektar, menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mengembangkan destinasi budaya dan sejarah.
“Kita berharap nantinya ini menjadi kantor budaya penting, destinasi budaya, wisata, dan sejarah,” ujarnya. Museum ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat informasi tetapi juga menginspirasi museum-museum terbuka lainnya, seperti Museum Arkeologi Leang-Leang di Sulawesi.
Selain itu, Menteri Kebudayaan juga menyampaikan rencana pembangunan museum baru, termasuk Museum Majapahit di Grobogan, Jawa Timur. Upaya ini bertujuan untuk melestarikan peninggalan bersejarah dan memperkuat identitas budaya Indonesia.
Museum Muara Jambi, yang memiliki nilai arkeologis tinggi, diyakini akan menjadi daya tarik wisata budaya unggulan. Dengan perbaikan yang hampir selesai, situs ini diprediksi menjadi pusat perhatian wisatawan domestik dan mancanegara, serta mendukung pelestarian sejarah Nusantara.




















































