DOTTCOM.ID – Sapi kurban Presiden Prabowo menjadi perhatian publik setelah pemerintah mengungkap anggaran pengadaan hewan kurban bantuan presiden atau banpres yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wakil Menteri Sekretariat Negara, Juri Ardiantoro, mengatakan dana pengadaan sapi kurban tersebut berasal dari anggaran bantuan presiden dan bantuan kemasyarakatan presiden.
“Sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden,” ujar Juri.
Menurut Juri, total anggaran yang digunakan untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban Presiden Prabowo mencapai sekitar Rp100 miliar. Namun, harga setiap sapi berbeda karena dipengaruhi bobot dan lokasi pembelian.
Sebanyak 1.098 ekor sapi banpres itu dibagikan ke 552 daerah di Indonesia, terdiri dari 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota.
Juri menjelaskan, sebanyak 598 ekor sapi disalurkan ke daerah-daerah tersebut dengan standar bobot berkisar antara 800 kilogram hingga 1,3 ton.
“Sapi kurban Bapak Presiden juga akan diserahkan atau akan disampaikan kepada lembaga-lembaga pendidikan, ada juga pondok pesantren, kemudian juga kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama sebanyak 500 ekor sapi,” tambah Juri menjelaskan.
Di Provinsi Jambi, Gubernur Al Haris menyerahkan secara simbolis sapi kualitas terbaik bantuan Presiden kepada pengurus Masjid Tsamaratul Insan Islamic Center.
“Ada 12 ekor sapi bantuan presiden, disebar di 11 kabupaten/kota dan satu untuk Provinsi Jambi. Ini bentuk semangat berkurban yang harus ditularkan kepada masyarakat, sebagai bentuk saling mengasihi dan saling menolong,” ujar Gubernur Jambi Al Haris.
Sementara itu, peternak sapi asal Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Ahmad Sodik (45), mengungkapkan sapi yang dibeli Presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara memiliki bobot mencapai 930 kilogram.
Sapi pejantan jenis Simental berusia empat tahun tersebut merupakan hasil pembibitan dari peternakan milik Ahmad Sodik di Muaro Jambi.
























































