dottcom.id – Ancaman karhutla kembali menguat di 2026. Pemerintah mengingatkan risiko karhutla meningkat 2026 seiring kemarau panjang dan pengaruh El Nino.
Peringatan itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungan ke Jambi, Sabtu 11 April 2026.
Pernyataan tersebut merujuk hasil rapat koordinasi bersama BMKG yang digelar pada pekan sebelumnya.
Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga April 2026, luas kebakaran mencapai sekitar 32.600 hektare.
Angka ini jauh melampaui tahun lalu. Pada periode sama, luas kebakaran hanya sekitar 1.500 hektare.
Kenaikan ini disebut mencapai 20 hingga 25 kali lipat. Riau dan Kalimantan Barat menjadi penyumbang terbesar.
Risiko karhutla meningkat 2026 mendorong pemerintah memperkuat pemantauan. Salah satunya melalui data tinggi muka air tanah gambut.
Data tersebut akan dirilis rutin setiap pekan. Informasi itu menjadi acuan bagi BMKG dan BNPB dalam langkah teknis.
“Kami dengan sistem informasi tinggi muka air gambut akan merilis setiap hari Senin tentang TMAT pada seluruh lahan gambut di tanah air ini. Berdasarkan data itu, maka pihak-pihak yang terkait , BMKG dan BNPB agar segera merumuskan langkah-langkah operasional, diantaranya dengan melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menambah stok air di gambut. Karena kita pahami, begitu kering , potensial Karhutlanya akan tinggi, karena itu merupakan bahan bakar yang sangat potensial untuk terbakar,” ujar Menteri Hanif Faisol Nurofiq.
Langkah lain juga disiapkan di tingkat daerah. Kepala daerah diminta segera menetapkan status darurat bila kondisi memburuk.
Kebijakan tersebut bertujuan mempercepat dukungan dari pemerintah pusat dalam penanganan karhutla.
Selain itu, Masyarakat Peduli Api didorong aktif kembali. Peran kelompok ini dinilai penting dalam pencegahan dini.
Dari sisi dunia usaha, pemerintah daerah diminta mengonsolidasikan perusahaan pemegang konsesi. Kesiapan tim penanggulangan harus dipastikan.
Menteri Hanif menegaskan sanksi akan diberlakukan. Perusahaan yang lalai akan dikenai tindakan sesuai aturan berlaku.
Risiko karhutla meningkat 2026 menjadi peringatan serius. Seluruh pihak diminta bergerak cepat sebelum kondisi memburuk.
























































