dottcom.id – Deru alat berat memecah kesunyian jalur penghubung Desa Lamban Sigatal menuju Desa Sepintun, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Kamis (26/2). Di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hamparan koral mulai menutup kubangan lumpur yang selama ini menghambat mobilitas warga.
Perbaikan ini menjadi bagian dari akselerasi pembangunan infrastruktur yang dicanangkan Bupati Sarolangun H. Hurmin bersama Wakil Bupati Gerry Trisatwika. Pemerintah daerah memprioritaskan pemulihan akses transportasi di wilayah Pauh Bagian Dalam yang sempat terganggu akibat intensitas hujan tinggi dan anomali cuaca dalam beberapa bulan terakhir.
Hurmin menegaskan, konektivitas antar-desa merupakan urat nadi perekonomian yang tidak boleh terputus. “Kami menyadari sepenuhnya aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan. Pemerintah daerah berkomitmen kuat untuk menghadirkan jalan yang layak di seluruh wilayah kewenangan kabupaten. Meski kita dihadapkan pada keterbatasan armada alat berat dan efisiensi anggaran, skala prioritas tetap kita jalankan,” ujar Hurmin saat meninjau progres pengerjaan.
Hurmin menambahkan, pembangunan infrastruktur membutuhkan proses yang terukur, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. “Yakinlah, satu demi satu titik kerusakan sedang kami petakan dan tangani. Ini adalah proses berkelanjutan untuk memastikan tidak ada desa yang merasa ditinggalkan,” tegas Hurmin.
Kepala Dinas PUPR Sarolangun Arif Hamdani menjelaskan, penanganan difokuskan pada pengerasan jalan fungsional sepanjang 4 kilometer yang menghubungkan Desa Lamban Sigatal, Desa Sepintun, hingga Desa Taman Bandung. Hingga kini, pengerjaan efektif telah mencapai sekitar 500 meter di titik paling krusial.
Material pilihan digunakan agar jalan memiliki daya dukung lebih baik terhadap kendaraan angkutan hasil bumi. Jalur ini dinilai strategis karena menopang distribusi komoditas perkebunan warga sekaligus akses layanan dasar.
Arif juga menyoroti pentingnya jalur Trans-SAD bagi komunitas Suku Anak Dalam di Desa Sepintun. Perbaikan akses menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan layanan kesehatan dan pendidikan bagi warga rimba yang mulai menetap.
Bagi masyarakat Pauh Dalam, pengerasan jalan membawa harapan baru. Selama ini, biaya logistik meningkat akibat kondisi jalan rusak, sehingga harga jual hasil tani di tingkat petani menjadi kurang kompetitif. Dengan akses yang lebih baik, waktu tempuh menuju pusat kecamatan dipangkas dan mobilitas ambulans lebih terjamin saat kondisi darurat.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun menargetkan perbaikan jalur Lamban Sigatal-Sepintun-Taman Bandung menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di sektor perkebunan dan perdagangan desa. Program ini akan dilanjutkan ke titik kerusakan lain sepanjang tahun anggaran 2026 sebagai bagian dari visi pembangunan daerah.




















































