59 Titik Ladang Ganja Ditemukan di Lereng Bromo, Menhut Bantah Keterlibatan Pegawai

Foto drone yang menunjukkan ladang ganja di kawasan Bromo. (Foto: Instagram @pendakilawas)

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni akhirnya angkat bicara terkait hebohnya penemuan ladang ganja di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Ia menegaskan bahwa informasi yang berkembang di masyarakat harus diluruskan agar tidak menimbulkan spekulasi yang tidak benar.

Menhut Bantah Tudingan Soal Penutupan TNBTS

Dalam pernyataannya, Raja Juli Antoni membantah tudingan bahwa penutupan TNBTS dilakukan untuk menutup-nutupi keberadaan ladang ganja tersebut.

Ia menegaskan bahwa justru dengan bantuan drone dan pemetaan yang dilakukan bersama Polri serta Polisi Hutan, ladang ganja itu dapat ditemukan.

59 Titik Ladang Ganja Ditemukan di Lereng Gunung Bromo

Kepala Bidang Wilayah II TNBTS, Decky Hendra, mengungkapkan bahwa ladang ganja yang ditemukan tersebar di 59 titik di kawasan TNBTS, tepatnya di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Temuan ini memperkuat indikasi adanya aktivitas ilegal di kawasan konservasi tersebut.

Menhut Bantah Keterlibatan Pegawai TNBTS

Menhut Raja Juli Antoni juga membantah adanya keterlibatan pegawai TNBTS dalam kasus ini.

Ia menegaskan bahwa staf yang bekerja di taman nasional tidak terlibat dalam aktivitas penanaman ganja.

“InsyaAllah staf kami tidak ada yang begitu, paling mereka hanya menanam singkong,” ujarnya.

Kasus Penemuan Ladang Ganja Berawal Sejak September 2024

Penemuan ladang ganja ini bukanlah kejadian yang mendadak. Kasus ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak September 2024, ketika Polres Lumajang melakukan operasi narkotika dan menemukan ladang ganja di lereng Gunung Semeru.

Penyelidikan lebih lanjut akhirnya mengungkap puluhan titik ladang ganja yang tersebar di wilayah konservasi.