Seminar Keluarga Salimah Dorong Literasi Finansial dan Kesehatan Mental

dottcom.id – Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Jambi meneguhkan peran organisasi perempuan melalui pelantikan pengurus baru yang dirangkai dengan seminar keluarga. Kegiatan tersebut menitikberatkan isu ketahanan ekonomi rumah tangga, literasi keuangan, serta kesehatan mental perempuan.

Berbagai program unggulan Salimah turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, meliputi Majelis Taklim dan Majelis Pembinaan, Baitul Qur’an Salimah, P2AYD (Pembinaan Anak Yatim dan Dhuafa), SISTER (Sekolah Ibu Salimah Terpadu), SERASI (Sekolah Pranikah Salimah), SALSA (Sekolah Lansia Salimah), KOSUMA (Koperasi Serba Usaha Salimah), Salimah Halal Center, hingga Mubalighah Salimah Indonesia.

“Seluruh program ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya Salimah dalam meningkatkan kualitas perempuan dan keluarga Indonesia. Kami berharap pengurus daerah Salimah Kota Jambi yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat tinggi,” ujarnya.

Pelantikan dan seminar tersebut sekaligus mempertegas komitmen sinergi antara organisasi perempuan dan Pemerintah Kota Jambi, khususnya dalam memperkuat ekonomi keluarga serta meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental perempuan. Agenda ini dinilai selaras dengan arah pembangunan daerah.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kota Jambi, Marsya Lystia, menyoroti pentingnya adaptasi pendekatan organisasi perempuan agar tetap relevan di tengah perubahan sosial. Kedekatan Salimah dengan perempuan muslimah dinilai sebagai kekuatan utama yang perlu dipertahankan.

“Ini menjadi tantangan bersama: bagaimana membuat kajian tetap dekat dengan nilai agama tetapi dikemas lebih segar dan inklusif, sehingga tidak terjadi jarak antara generasi senior dan generasi muda,” katanya.

Marsya Lystia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas organisasi perempuan di Kota Jambi. Upaya bersama dinilai krusial dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.

“Kita semua memiliki tujuan yang sama: perempuan yang lebih maju, lebih berdaya, dan bersama-sama membangun Kota Jambi. Mudah-mudahan Salimah ke depan dapat terus berkolaborasi dan bersinergi dengan organisasi perempuan lainnya di Kota Jambi,” tuturnya.

Ketua PW Salimah Provinsi Jambi, Muslihah, mengungkapkan perkembangan organisasi di tingkat daerah. Salimah disebut telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi dengan jumlah anggota yang terus meningkat.

“Jumlah anggota Salimah di Provinsi Jambi saat ini telah mencapai 1.304 orang. Kota Jambi menjadi penyumbang anggota terbanyak. Gerakan dan program Salimah Kota Jambi sangat luar biasa, bahkan termasuk yang paling maju dan terbaik,” ungkapnya.

Penguatan struktur organisasi juga terus dilakukan hingga tingkat kelurahan. Muslihah menjelaskan telah terbentuk empat PERA (Persaudaraan Salimah), yakni PERA Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah, Penyengat Rendah, dan Teluk Kenali. Program One PC One PERA akan menjadi fokus berikutnya.

Secara nasional, Salimah kini hadir di 37 provinsi, 406 kabupaten/kota, 2.230 kecamatan, dan 1.321 kelurahan/desa, serta memiliki satu perwakilan di Taiwan. Periode pengembangan organisasi menargetkan perluasan struktur di tingkat kecamatan.

Seminar keluarga yang digelar dalam kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber. Pada sesi Finance for Couples: Bangun Kehidupan Finansial yang Bahagia, Marsya Lystia menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi stabilitas rumah tangga.

Narasumber lainnya, Dini Silvia, dari RSJD Kolonel H. Muhammad Syukur, mengulas keterkaitan kesehatan mental dan pengelolaan ekonomi keluarga melalui materi Sehat Jiwa, Sehat Finansial: Menjaga Kewarasan Ibu dalam Mengelola Ekonomi Keluarga.

Dalam sambutannya, Marsya Lystia kembali menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki dampak langsung terhadap kualitas generasi.

“Kita membesarkan perempuan adalah membesarkan generasi. Fokus kita pada pemberdayaan perempuan. Seiring perkembangan zaman, kita semua dituntut untuk semakin adaptif—baik terhadap kemajuan teknologi, pola pengasuhan anak, maupun isu kesehatan mental yang saat ini semakin berkembang dan menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Marsya Lystia menilai bidang garapan Salimah semakin relevan dengan dinamika sosial. Organisasi perempuan dituntut mampu menjawab tantangan lintas generasi tanpa meninggalkan nilai dasar yang menjadi pijakan. (*)